EKONOMI RAKYAT

Disperindagkop dan UMKM Data Perajin Batu Akik di Kota Gunungsitoli

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kota Gunungsitoli Anna Dewi Sitorus memperlihatkan foto batu akik Nias di tabletnya, Selasa (24/2/2015) Foto : Irwanto Hulu

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kota Gunungsitoli Anna Dewi Sitorus memperlihatkan foto batu akik Nias di tabletnya, Selasa (24/2/2015). | Foto: NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Gunungsitoli dalam waktu dekat akan melakukan pendataan perajin batu akik yang ada di Kota Gunungsitoli. Disperindagkop dan UMKM juga berencana melakukan pelatihan mengasah batu akik di Kota Gunungsitoli.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kota Gunungsitoli Anna Dewi Sitorus ketika ditemui NBC di ruang kerjanya,  di kantor Disperindagkop dan UMKM Kota Gunungsitoli, Jalan Patimura, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Selasa (24/2/2015).

“Kami melakukan pendataan supaya bisa tahu berapa jumlah sebenarnya perajin batu akik yang ada di Kota Gunungsitoli. Saya berasumsi, dengan banyaknya perajin batu akik di Kota Gunungsitoli, otomatis Pendapatan Asli Daerah Kota Gunungsitoli bisa bertambah,” kata Anna Dewi Sitorus.

Dia mengakui, saat ini tren batu akik di Kota Gunungsitoli sedang hangat-hangatnya. Bahkan, ia mengatakan, tim Kementerian Usaha Kecil dan Menengah (UKM) akan berkunjung ke Kota Gunungsitoli pada bulan Maret untuk melihat potensi batu akik Kota Gunungsitoli.

Tim Kementerian UKM juga mengajak perajin batu akik binaan Disperindagkop dan UMKM Kota Gunungsitoli untuk ikut dalam pameran batu akik se-Indonesia yang akan digelar di Plaza Perindustrian, Jakarta.

Gelar Pelatihan

Dalam meningkatkan kualitas dan keahlian perajin batu akik di Kota Gunungsitoli, Anna Dewi Sitorus mengatakan, Disperindagkop dan UMKM Kota Gunungsitoli akan menggelar pelatihan mengasah batu akik yang baik.

Karena dana pelatihan belum dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Gunungsitoli tahun anggaran 2015, pelatihan baru bisa dilaksanakan setelah pengesahan APBD Perubahan 2015.

“Jika tidak ada halangan, dana pelaksanaan pelatihan kami anggarkan pada APBD-P Kota Gunungsitoli tahun anggaran 2015. Apabila dana yang disahkan cukup besar, kami akan memberikan bantuan alat kepada para peserta pelatihan,” ujarnya. [WAN]

Related posts