INFRASTRUKTUR JALAN

Dinas PU Nias Utara: Jalan yang Dibangun CV Sokhi Belum Rusak

Kondisi jalan di Desa Berua menuju Dahana Kecamatan Namohalu Esiwa, yang sudah mulai rusak | Foto NBC/Onlyhu Ndraha.

Kondisi jalan di Desa Berua menuju Dahana, Kecamatan Namöhalu Esiwa, mulai rusak. | Foto: NBC/Onlyhu Ndraha

LOTU, NBC — Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Nias Utara Onahia Telaumbanua mengatakan, ruas jalan Lasara-Dahana-Madula di Kecamatan Namöhalu Esiwa, yang dibangun oleh CV Sokhi dari anggaran APBD 2014 dengan pagu Rp 1,3 miliar, belum rusak. Hingga enam bulan ke depan, jalan itu masih menjadi tanggung jawab rekanan.

Hal ini dikatakan Onahia kepada NBC di ruang kerjanya di Lotu, Senin (23/2/2015), menanggapi berita NBC sebelumnya.

“Saya sudah beberapa kali memantau jalan yang dimaksud dan belum mengetahui adanya kerusakan. Bukan hanya NBC yang konfirmasi masalah ini, beberapa media lain juga mempertanyakan dan memberi tahu bahwa pembangunan jalan yang dikerjakan CV Sokhi sudah rusak. Saya sedikit heran,” kata Onahia berkilah. (Baca: Baru Selesai Dibangun, Jalan Senilai Rp 1,3 Miliar Mulai Rusak).

Pembangunan Banyak Masalah

Menurut dia, proses pembangunan jalan itu mengalami banyak masalah. Saat pembangunan jalan itu dimulai, warga setempat ingin mengerjakannya beramai-ramai, seperti pembangunan PNPM Mandiri. Hingga akhirnya pihak kepolisian melakukan negosiasi dengan warga. Alhasil, setiap hari 10 orang dari warga setempat dipekerjakan. Namun, mereka tidak bekerja dengan sungguh-sungguh.

Jalan tersebut merupakan jalan kelas 3C sejenis lapen, dengan ketahanan jalan 2-3 tahun dan lebar 3 meter, sementara kapasitas kendaraan yang melewati jalan itu maksimum 5 ton. Namun, yang terjadi, muatan kendaraan roda empat yang melintas di jalan itu melebihi ketentuan tersebut. Tidak ada pengawasan muatan kendaraan dari dinas perhubungan setempat.

“Kalau rusak sedikit, biasa itu. Bagaimana tidak rusak, kendaraan yang melewati melebihi muatan,” tambah Onahia, yang ditemani Sekretaris Dinas PU Nias Utara Yulius Zai.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak pihak rekanan, CV Sokhi, segera memperbaiki jalan yang sudah rusak hingga batas waktu enam bulan ke depan. “Rekanan masih bertanggung jawab sampai Juni 2015,” ujarnya.

Akan tetapi, berdasarkan pengamatan NBC pada Rabu, 4 Februari, kondisi aspal jalan tersebut mulai retak. Terindikasi, penyiraman aspal pada batu 3 x 2 sentimeter cukup tipis. Beberapa lokasi di pinggir jalan hanya ditaburi pasir. Pengendara perlu berhati-hati melewati jalan tersebut. Selain rusak, permukaan jalan itu juga  tidak rata. [NDH]

Related posts