GURU BANTU DAERAH

Dinas Pendidikan Umumkan Hasil Seleksi GBD Nias Selatan

Peserta seleksi GBD Nias Selatan sedang memeriksa pengumuman hasil seleksi. | Foto: Suhertiyanus Dakhi

Peserta seleksi GBD Nias Selatan sedang memeriksa pengumuman yang ditempelkan di papan pengumuman Dinas Pendidikan Nias Selatan, Selasa (10/2/2015). | Foto: Suhertiyanus Dakhi

TELUKDALAM, NBC – Pemerintah Kabupaten Nias Selatan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda Dan Olehraga Nomor: 424.5/164/Disdikbudpora/II/2015 mengumumkan hasil ujian seleksi guru bantu daerah (GBD) tahun ajaran 2015, Selasa (10/2/2015). Sementara itu, sejumlah peserta seleksi GBD menduga ada rekayasa dari hasil ujian yang diumumkan.

Pantauan NBC, dari 3.000 orang lebih yang mendaftar sebagai peserta seleksi GBD, lolos hanya 816 orang, sementara itu panitia menyampaikan jumlah guru bantu daerah yang diterima Pemerintah Kabupaten Nias Selatan tahun anggaran 2015 sebanyak 1.334 orang (Baca: Pemkab Nias Selatan Rekrut 1.334 Guru Bantu Daerah), Telukdalam, Rabu (11/2/2015).

Jonius Dachi, salah seorang anggota panitia seleksi, menyampaikan bahwa pengumuman hasil seleksi guru bantu daerah telah diumumkan Selasa, sekitar 10.00 sesuai dengan hasil yang diterima dari tim pengawas ujian dari Universitas Terbuka Medan. Hasil yang dicapai semua peserta seleksi disertai dengan nilai yang diperoleh peserta.

“Nama-nama yang diumumkan semua, baik yang tidak lolos maupun yang lolos, dengan disertakan nilai yang diperoleh peserta. Untuk melihat yang lolos sesuai peringkat yang dikelompokkan per kecamatan,” ujarnya kepada wartawan.

Disampaikan Jonius, untuk pemberkasan selanjutnya, para calon GBD menunggu pengumuman yang akan disampaikan oleh Dinas Pendidikan Nias Selatan.

“Kami dari panitia berharap, hasil pengumuman yang ditempelkan dapat diterima dengan baik dan yang tidak lolos pun supaya dapat bersabar dan tidak memundurkan semangatnya dalam memajukan pendidikan di Nias Selatan,” ujarnya.

Tidak Puas

Sebagian peserta seleksi guru bantu daerah merasa tidak puas dengan pengumuman yang disampaikan oleh panitia seleksi. Sebagian menduga bahwa ada rekayasa dan ketidaktransparanan dari panitia.

“Kami menduga ada permainan yang dilakukan oleh panitia. Buktinya, ada beberapa yang ditemukan nilainya lebih tinggi, tetapi tidak lolos sementara nilainya yang lebih rendah dinyatakan lolos. Dari sinilah ditemukan adanya ketidakberesan dari panitia seleksi,” ungkap Fotuho Halawa yang merupakan salah seorang peserta seleksi GBD.

Fotuho meminta Dinas Pendidikan Nias Selatan supaya pengumuman yang disampaikan dibatalkan karena dinilai ada ketidaktransparanan. “Apabila Dinas Pendidikan tidak mengindahkannya, kami dari peserta seleksi akan melakukan aksi untuk mempertanyakanya,” ujar Fotuho.

Belum Mengetahui

Saat dikonfirmasikan, Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Guru Bantu Daerah Yuniari Bate’e, mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui, apakah sudah diumumkan hasilnya atau belum. Ia mengakui sampai saat ini beluma tahu berapa orang yang sudah lolos seleksi ujian.

“Saya belum mengetahui, apakah hasilnya sudah diumumkan atau belum dan sampai saat ini juga belum tahu berapa orang yang sudah lolos seleksi,” ujar Yuniari yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Inspektorat Kabupaten Nias Selatan.

Saat ditanya sebagai ketua seleksi mengapa tidak mengetahui soal perekrutan ini, Yuniari tidak menjawab dan hanya berlalu. Sikap ketua seleksi ini pun mengundang tanya para wartawan termasuk juga ketidakhadiran Kepala Dinas Pendidikan Nias Selatan saat pengumuman dan hanya mewakilkan kepada salah satu panitia.  [HER]

Related posts