APARATUR PEMERINTAHAN

Samolala Lase: Saya Dicopot karena Tidak Penuhi Permintaan Bupati

Samolala Lase | Foto: NBC/Suhertiyanus Dakhi

Samolala Lase | Foto: NBC/Suhertiyanus Dakhi

TELUKDALAM, NBC – Mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Nias Selatan Samolala Lase menyampaikan kekecewaannya terhadap Bupati Nias Selatan yang memutasi dirinya tanpa alasan yang jelas. Pencopotan atas dirinya karena ada permintaan bupati yang tidak ia penuhi. Kini Samolala dimutasi menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik.

“Saya merasa kecewa atas sikap Bupati Nias Selatan atas pemutasian yang dilakukannya kepada sejumlah pejabat. Seharusnya Bupati dapat menjelaskan kepada pejabat yang dimutasi, apa yang menjadi alasan mendasar. Jangan hanya asal melakukan mutasi saja,” kata Samolala saat melakukan konferensi pers di Defnas, Jalan Pramuka, Telukdalam, Nias Selatan, Senin (2/2/2015) pukul 13.00, yang dihadiri sejumlah wartawan.

Menurut Samolala, dirinya menjabat sebagai Kadis Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pariwisata, Perindustrian, Perdagangan, Tenaga Kerja, dan Transmigarisi sekitar 25 hari sejak dilantik pada 5 Januari 2015 sesuai dengan hasil perampingan SKPD. (Baca: 16 Pejabat Eselon II Dilantik Bupati Nias Selatan)

“Sampai saat ini saya belum mengerti alasan dimutasi. Apakah ada kesalahan fatal yang saya lakukan atau bagaimana, saya tidak mengerti,” kata Samolala kepada para wartawan.

Menolak Memberi “Setoran”

Diberi tahu Samolala, pada 19 Januari malam dirinya didatangi oleh kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Si’ado Zai untuk menyampaikan pesan dan arahan dari Bupati. “Inti pesan dari Bupati itu bahwa saya akan dicopot dan harus dicari pengganti,” ujar Samolala.

Si’ado Zai, menurut Samolala, mempertanyakan alasan pencopotan Samolala kepada Bupati, karena saat pelantikan, Bupati menyampaikan bahwa masa evaluasi itu 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan, sementara ini baru 2 minggu. “Tidak, beri tahu sama dia, dia akan saya ganti,” kata Samolala menirukan kata Si’ado.

Malam itu juga Samolala menelepon Ketua DPRD Sidi Adil Harita untuk berkonsultasi. Sidi langsung datang ke rumah Samolala dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. “Secara tugas tidak masalah. Namun, di luar tugas ada masalah. Ada permintaan Pak Bupati yang tidak saya penuhi,” ujar Samolala.

Saat NBC menanyakan berapa jumlah permintaan bupati dan mengapa tidak dipenuhi, Samolala tidak bersedia menjelaskannya. “Gantung saja dulu. Saya akan beberkan pada saatnya. Ada permintaan Bupati yang tidak saya penuhi,” ujarnya kepada wartawan.

Dalam kesempatan itu, Samolala membeberkan kepada Ketua DPRD dan Si’ado mengaku tidak terima dirinya dia dicopot, padahal dia sudah menyiapkan laporan serta rencana-rencana program dinas yang ia pimpin. “Jabatan ini memang wewenang Bupati, tetapi alasan pencopotannya harusnya harus jelas. Saya dilantik tanggal 5 Januari, dicopot tanggal 2 Februari,” kata Samolala.

Samolala juga mengungkapkan bahwa dalam peresmian pangkalan Angkatan Laut di Telukdalam, dirinya yang mengusahakan biayanya, termasuk dengan menggadaikannya rumahnya dengan meminjam uang di koperasi sebesar Rp 200 juta lebih. “Meskipun pinjaman itu sudah lunas, tetapi bunganya sebesar Rp 41 juta masih belum saya bayar. Saya sangat menyesal karena seakan semua itu tidak dianggap,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa sebagian biaya penilaian aset dari KPKLN Sidempuan untuk Lanal AL menggunakan uangnya. “Bahkan, hingga kini biaya Rp 60 juta untuk uang hibah masih belum dibayar, saya ditagih-tagih terus. Namun, itu adalah utang pemda, bukan urusan saya lagi. Saya sudah beri tahu kepada pihak notaris yang menagih-nagih saya agar tidak menagih-nagih saya lagi,” ujarnya.

Putar Balikkan Fakta

Saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2015), kepada NBC, Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi menyampaikan bantahannya terhadap semua yang disampaikan Samolala.

“Itu semua tidak benar. Yang benar, saya punya uang di dia, tapi belum dibayar sebesar Rp 80 juta dan ditambah Rp 10 juta sampai sekarang belum diganti. Jadi, sangat aneh dia bicara setoran bahkan saya yang setor kepada dia. Tidak benar itu. Tanya saja ke dia apa benar saya punya uang ke dia tetapi belum dikembalikan. Jangan putar balikkan fakta. Ah, aneh juga dia itu,” ujarnya.

Masih lewat SMS, Idealisman melanjutkan, “Kalau saya dituding minta uang, (logikanya), ngapaen saya melakukan perampingan SKPD dari 37 menjadi 12?”

Lewat pembicaraan telepon seluler, kepada NBC, Idealisman mengatakan, bahwa pihaknya jika Samolala memutarbalikkan fakta dan akan melaporkan yang bersangkutan kepada polisi.

“Jika dia (Samolala) memutarkan balik fakta dan mencemarkan nama baik saya, saya bisa laporkan dia kepada polisi,” ujar Idealisman sambil meminta agar pernyataan Samolala itu sebaiknya jangan dianggap oleh media. “Nanti dia besar kepala,” kata Idealisman.

Adapun alasan pemutasian Samolala, menurut Idealisman karena yang bersangkutan tidak ada hasil selama menjabat. “Saya mutasi dia dari jabatannya karena tidak ada hasil dalam meningkatkan swasembada ikan di Nias Selatan. Masa kita ada anggaran tapi tidak ada hasilnya,” kata Idealisman.

Sebelumnya, Idealisman dalam sambutannya setelah pelantikan menegaskan bahwa pengangkatan dan pemberhentian pejabat adalah hal yang biasa dalam pemerintahan. Ia mengingatkan kepada para pejabat yang dilantik supaya dapat melaksanakan tugas dan melayani masyarakat dengan baik.

“Jabatan bukanlah merupakan segala-galanya, tetapi jabatan merupakan sebuah amanah yang harus dilaksanakan dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Idealisman.

Seperti yang diketahui Bupati Nias Selatan melakukan pelantikan kepada sejumlah pejabat Eselon II dan III pada Senin pagi di Aula Kantor Bupati. (Baca: Sejumlah Eselon II dan III Nias Selatan Dimutasi)  [HER]