LEMBAGA PEMASYARAKATAN

CV GAM Sanggah Pemenang Proyek Pengadaan Makanan di Lapas Gunungsitoli

GUNUNGSITOLI, NBC — Direktur CV Gading Asia Mas (GAM) Rozama Lase melayangkan sanggahan atas penetapan pemenang tender proyek pengadaan bahan makanan keperluan narapidana/tahanan di lembaga pemasyarakatan yang melanggar prosedur.

Proyek pengadaan bahan makanan keperluan narapidana/tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunungsitoli tahun anggaran 2015 berasal dari DIPA APBN 2015 sebesar Rp 2.108.193.951,60.

Direktur CV GAM Rozama Lase yang ditemui NBC di kediamannya, di Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Kamis (26/2/2015), membenarkan bahwa dirinya telah melayangkan sanggahan terkait penetapan pemenang tender pengadaan bahan makanan di Lapas Gunungsitoli.

Rozama membeberkan, perusahaan yang dia pimpin adalah salah satu peserta tender yang dikalahkan oleh panitia. Peserta tender yang dimenangkan panitia adalah perusahaan dari Jambi yang diwakili komanditer.

Karena sesuai peraturan bahwa untuk menandatangani penawaran dan mewakili perusahaan tidak diperkenankan seorang komanditer, dia melayangkan gugatan agar panitia membatalkan pemenang tender tersebut.

“Sesuai ketentuan legal formal, komanditer tidak berhak menandatangani penawaran atau mewakili badan usaha sebagai peserta lelang. Pelarangan tersebut diatur pada Pasal 1624/1641 KUH Perdata, dengan alasan komanditer hanya peserta yang memberikan sebagian modal, tetapi tidak turut menjalankan perusahaan,” ujar Rozama.

Dia meminta pengelola kegiatan atau kuasa pengguna anggaran (KPA), Kepala Lapas Gunungsitoli, mengambil tindakan tegas sesuai Pasal 38 Keputusan Presiden Nomor 172 Tahun 2014 tentang Perubahan Ketiga atas Perpres Nomor 54/2010, dengan melakukan penunjukan langsung perusahaan yang memenuhi syarat kualifikasi teknis.

Rozama menambahkan, tender yang dimenangi perusahaan dari Jambi itu merupakan tender yang ketiga kali sejak dilakukannya tender pertama pada 22 Desember 2014.

Tender pertama dan ketiga langsung dibatalkan atas sanggahan yang dia lakukan karena pada tender pertama dan ketiga itu juga dia temukan sejumlah kejanggalan. Karena itu, dia memberikan sanggahan yang akhirnya dikabulkan panitia dengan melakukan pembatalan.

Bisa Lakukan Penunjukan Langsung

Kepala Lapas Gunungsitoli Atma Wijaya, yang ditemui NBC di Lapas Gunungsitoli, Desa Boyo, Kota Gunungsitoli, Kamis (26/2/2015), mengatakan telah menerima tembusan sanggahan yang dilayangkan CV GAM terkait penetapan pemenang tender proyek pengadaan makanan di Lapas Gunungsitoli.

Atma Wijaya mengatakan, dalam proses tender, dirinya tidak campur tangan karena hal itu merupakan ranah panitia lelang. Dia hanya sebagai KPA, dan baru melakukan pekerjaan setelah penandatanganan kontrak oleh pemenang. Karena itu, dia tidak dapat memberikan komentar terkait sanggahan tersebut.

Atma Wijaya menuturkan, tender proyek pengadaan makanan di Lapas Gunungsitoli yang dimenangi perusahaan dari Jambi merupakan tender yang keempat kali dilakukan. Sebab, pada tiga kali tender sebelumnya, tidak ada perusahaan yang memenuhi kualifikasi yang ditentukan sehingga dibatalkan.

“Seharusnya saya bisa menunjuk langsung perusahaan pelaksana setelah pembatalan tender ketiga karena telah diatur dalam undang-undang. Karena mengutamakan ketransparanan, saya tetap meminta panitia melakukan tender keempat sehingga hasilnya dimenangi perusahaan dari Jambi,” tutur Atma Wijaya.

Untuk membiayai pengadaan bahan makanan tahanan selama dua bulan, menunggu proses tender selesai, Kepala Lapas mengatakan telah melakukan penunjukan langsung.

“Karena proses tender masih jalan, daripada tahanan tidak makan, saya lakukan penunjukan langsung dua bulan, yang dananya saya kurangi dari nilai proyek. Penunjukan langsung yang saya lakukan dibenarkan sesuai peraturan dan sebelumnya sudah saya laporkan kepada pimpinan di kantor wilayah Sumatera Utara,” tuturnya. [WAN]

Related posts