PEMBERDAYAAN

8 Perempuan Jurnalis Indonesia Terima Beasiswa Citradaya Nita

Eni Mulia, Direktur Eksekutif PPMN saat menyampaikan beberapa hal pada peserta dan mentor Fellowship Citradaya Nita di Wisma PGI, Jakarta. Foto NBC | Ano

Eni Mulia, Direktur Eksekutif PPMN, saat menyampaikan beberapa hal pada peserta dan mentor Fellowship Citradaya Nita di Wisma PGI, Jakarta. | Foto: Anoverlis Hulu

JAKARTA, NBC – Rendahnya perhatian berbagai pihak seperti media dalam menyuarakan isu perempuan membuat lembaga nonprofit, Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN), tergerak melaksanakan program bagi perempuan.

Kegiatan dalam bentuk fellowship yang dinamakan “Citradaya Nita” ini diberikan pada 8 perempuan jurnalis dari 3 radio komunitas, 2 radio swasta, 1 media cetak dan 1 media online se-Indonesia. Lewat beasiswa (fellowship) ini, PPMN  memberikan kesempatan kepada peserta untuk melaksanakan program yang berkaitan dengan isu perempuan selama 3 bulan.

Sebelum memulai program tersebut, para peserta mengikuti pelatihan pada 16-18 Februari 2015 di Wisma PGI, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Peserta diberikan sejumlah materi dari narasumber kompeten sebagai bekal untuk melaksanakan program periode Maret-Mei 2015.

Materi tersebut antara lain tentang Problem dan Peluang Keberhasilan Media dan Gerakan Komunitas oleh Heru Hendratmoko. Komisioner PT Media Lintas Inti Nusantara berbagi pengalaman mengelola radio dan komunitas di Banglades oleh Perwakilan BNNRC (Bangladesh NGOs Network for Radio and Communication) serta Perempuan Indonesia dan Kemiskinan oleh Masruchah, Wakil Ketua Komnas Perempuan

Ada pula materi Teknik dan Tips Membuat Aneka Program Radio oleh praktisi radio KBR 68H, Eko Sulistyanto, Pengelolaan Program Layanan Publik di Radio yang Sukses oleh Errol Jonathans, Direktur Utama Radio Suara Surabaya dan Perjuangan Masyarakat Melalui New Media oleh Donny Budi Utoyo, Direktur Eksekutif ICT (Information Communication Technology) Watch.

“Sesuai dengan nama program tersebut diharapkan para jurnalis perempuan yang menjadi peserta bisa berperan dalam memperjuangkan kaum perempuan lewat media masing-masing. Selamat atas terpilihnya kedelapan peserta dan semoga bisa melaksanakan program ini dengan baik,” ungkap Direktur Eksekutif PPMN, Eni Mulia saat menutup kegiatan tersebut, Rabu (18/2/2014).

Dalam melaksanakan program ini, peserta juga didampingi mentor. Tidak hanya melaksanakan program secara langsung di masyarakat, peserta wajib memublikasikan topik yang diusung di radio masing-masing atau bekerja sama dengan radio lain.

Peserta dan mentor juga harus mampu mempersiapkan laporan keuangan dan laporan kegiatan secara rutin hingga program selesai.

Jurnalis NBC, Anoverlis Hulu, terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa ini. Ia didampingi Dr. Sadieli Telaumbanua, M.Pd, yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, sebagai mentor. Ia mengangkat topik “Pola Pengasuhan Anak Difabel dan Pencegahannya”.

Pemimpin Redaksi NBC Donny Iswandono mengatakan, NBC akan terus mengadakan kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya kerja sama dalam bidang pemberdayaan.

“Setiap wartawan NBC akan terus dikapasitasi dengan mengikuti berbagai pelatihan yang diselanggarakan oleh pihak yang memiliki kepedulian pada pengembangan media,” ujarnya.

Anoverlis juga menggandeng RRI Gunungsitoli sebagai partner untuk menyiarkan program tersebut. Adapun program yang dilaksanakannya menyasar kaum difabel, khususnya anak perempuan difabel. [ANO/APS]

 

Related posts