News|Hukum|Irwanto Hulu|

Terlibat Narkoba, Oknum Polres Tobasa Ditangkap di Gunungsitoli

GUNUNGSITOLI, NBC — Personil Sat Narkoba Polres Nias menangkap oknum anggota Polres Tobasa Briptu PS (28) atas kepemilikan narkoba jenis sabu di Hotel Caesar, Desa Fodo, Kota Gunungsitoli, Jumat (16/1/2015) pukul 16.00.

PS yang bertugas di bagian Sumda, Polres Tobasa, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, kini ditahan untuk penyidikan lebih lanjut di Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir Kota Gunungsitoli.

Pjs. Paur Humas Polres Nias Aiptu Osiduhugö Daeli yang dihubungi NBC melalui telepon seluler, Sabtu (17/1/2015), membenarkan penangkapan tersebut.

PS diamankan bersama DP (26) di dalam mobil yang terparkir di halaman Hotel Caesar. Dari tangan PS, diamankan 2 bungkus plastik transparan berisi serbuk putih yang diduga narkoba jenis sab, dan sejumlah plastik transparan yang sama tanpa isi.

Saat hendak diamankan, PS—yang kabur dengan mobil—menabrak anggota Sat Narkoba Polres Nias Briptu. David Sarumaha yang berusaha menghalangi mobil PS dengan cara menutup pagar hotel. Akibatnya, David sempat menjalani perawatan di RSU Gunungsitoli.

Tak Masuk Tugas

Osiduhugö memberitahukan bahwa PS telah berada di Kota Gunungsitoli sejak Minggu (11/1/2015). Selama di Kota Gunungsitoli, pergerakan PS yang selalu berpindah-pindah hotel terus diikuti anggota Sat Narkoba Polres Nias hingga saat penangkapan.

Dari percakapan dengan Kapolres Tobasa melalui telepon seluler, PS sudah satu bulan tidak masuk kerja, dan juga sedang dalam pencarian Unit Propam Polres Tobasa.

Atas perbuatannya, PS telah ditetapkan sebagai tersangka, dan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1, atau pasal 112 ayat 1, atau 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Sedangkan DP masih berstatus sebagai saksi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun NBC dari berbagai sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa PS memiliki sejumlah kerabat yang menjabat sebagai petinggi hukum di Sumatera Utara.

Mereka pesimis jika PS bisa diganjar dengan hukuman berat, karena menurut mereka, kerabat dekat PS akan membantu membebaskan PS dari jeratan hukum. [WAN]

Related posts