DPRD: Perencanaan Sarana Air Bersih di Hilifaosi Asal Jadi

GUNUNGSITOLI SELATAN, NBC – Kerusakan sarana air bersih yang baru saja dibangun di Desa Hilifaosi, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias pada tahun 2014 disebabkan karena perencanaan pembangunannya asal jadi. Usai meninjau ke lokasi, DPRD Kabupaten Nias meminta Dinas PU mendesak rekanan memperbaiki ulang.

Hal ini dikatakan salah seorang anggota Komisi B DPRD Nias Faigi’asa Bawamenewi kepada NBC di kantor DPRD Nias, Desa Ononamölö I LOT, Kecamatan Gunugsitoli Selatan, Jl Pelud Binaka Km 9 arah Bandara Binaka.

“Dari hasil pemeriksaan kami Komisi B DPRD Nias beberapa minggu yang lalu, sarana air bersih yang di bangun di Hilifaosi, tidak dapat dimanfaatkan warga karena perencanaan yang tidak baik, seperti pondasi bak air hanya memiliki kedalaman 30 sentimeter,” ujar Faigiasa dengan kesal.

Faigi’asa mengatakan, berdasarkan hasil rapat dengar pendapat antara Komisi B dengan Dinas PU beberapa hari yang lalu, Dinas PU Nias telah menginstruksikan rekanan untuk memperbaiki ulang sarana air bersih itu, dan pada pertengahan Februari 2015 akan kembali ditinjau oleh DPRD.

Terpisah, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nias Mazdan Al Mahdali membantah jika pembangunan itu tidak sesuai dengan perencanaan. Ia mengatakan, pihaknya telah berkonsultasi dengan pihak kementerian terkait, dan gambar bangunan yang diajukan telah disetujui.

“Dana sarana air bersih itu dari DAK, pada tahap perencanaan, terlebih kami konsultasi dengan Kementrian, dan telah disetujui. Setelah diberitakan, kami sudah menginstruksikan rekanan memperbaiki ulang dan sarana air bersih itu sudah dapat dimanfaatkan lagi oleh masyarakat setempat,” kilah Mazdan sambil menunjukkan foto pembangunan itu. (Baca: Sarana Tidak Berfungsi, Rekanan Diminta Perbaiki)

Kata Mazdan, pada saat dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Nias, telah disampaikan bahwa kerusakannya (sarana air bersih) itu telah diperbaiki ulang, dan telah siap jika Februari ini bersama kembali ditinjau oleh DPRD. “Jika masih terdapat kekurangan, maka akan diperbaiki lagi. Karena sampai Juni 2015 masih merupakan tanggung jawab rekanan CV. Lestari Persada.”

Yang perlu dikhawatirkan kata Mazdan, jika waktu pemeliharaan telah selesai dan sarana air itu kembali rusak, maka itu sudah di luar tanggung jawab rekanan. Karena itu, perlu diadakan rapat desa unuk membentuk sebuah kelompok yang mengawasi dan memperbaiki saluran air tersebut, jika kembali rusak.

Berdasar informasi yang disampaikan masyarakat setempat kepada NBC, bahwa sampai sekarang, mereka masih belum menikmati sarana air bersih tersebut. “Sampai sekarang, air tidak mengalir di keran,” ujar Rudi Waruwu. [NDH]

Related posts