Pemkot Gunungsitoli Dapat Dana Perbaikan Irigasi Rp 1,1 Miliar

Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase memasang batu pertama tanda dimulai program pencanangan perbaikan saluran irigasi di Kota Gunungsitoli, Selasa (27/1/2015)| Foto : NBC/ Irwanto Hulu

Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase memasang batu pertama perbaikan saluran irigasi di Kota Gunungsitoli, Selasa (27/1/2015)| Foto : NBC/ Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Pemerintah Kota Gunungsitoli mendapatkan bantuan dana perbaikan saluran irigasi sebesar Rp 1,1 miliar untuk sawah seluas 1.000 hektar dari APBN. Perbaikan irigasi dikerjakan langsung oleh para petani yang telah bergabung dalam kelompok tani di Kota Gunungsitoli.

Kepala Dinas Pertanian Kota Gunungsitoli Eli Yunus Waruwu mengungkapkan hal ini kepada NBC, Selasa (27/1/2015). Eli menerangkan bahwa tak hanya Kota Gunungsitoli, kabupaten lainnya juga mendapatkan bantuan yang sama dari APBN.

“Dana irigasi itu dihitung per hektar yakni Rp 1,1 juta per hektarnya. Makanya bantuan yang diterima Pemkot Gunungsitoli untuk sawah seluas 1.000 hektar adalah Rp 1,1 miliar,” jelasnya.

Eli juga menjelaskan bahwa pelaksanaan perbaikan irigasi tidak dilakukan melalui pengelola jasa, tetapi dikerjakan langsung oleh para petani yang telah bergabung pada kelompok tani. Sehingga, dana yang diterima kelompok tani kelak tidak sama jumlahnya, karena besarnya dana yang diberikan disesuaikan dengan luas sawah yang dikelola kelompok tani.

Perbaikan Irigasi

Pada Selasa (27/1/2015), perbaikan saluran irigasi telah dimulai di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli. Pada acara itu, Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase memberitahu, pemerintah pusat telah menargetkan bahwa Indonesia akan menjadi negara swasembada dalam 3 tahun ke depan. Target tersebut juga sama dengan komitmen Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Martinus mengatakan, pemerintah daerah sudah mulai berbenah, dan telah melakukan uji coba dengan menanam bibit padi unggul pada sawah seluas 40-60 hektar, dari 1000-2000 hektar sawah di Kota Gunungsitoli. Hasil uji coba telah terbukti dengan menghasilkan padi sebanyak 8,16 ton per hektar.

“Jika kita menanam secara maksimal pada 1.000 hektar sawah di Kota Gunungsitoli, kita bisa menghasilkan padi sebanyak 8.500 ton setiap kali panen. Hasil tersebut menurut saya akan dapat memenuhi setengah dari kebutuhan beras warga Kota Gunungsitoli setiap tahunnya,” tutur Wali Kota.

Setiap tahun warga Kota Gunungsitoli mengkonsumsi beras sebanyak 17.000 ton. Karena hasil padi petani di Kota Gunungsitoli hanya mencapai 4.000 ton per tahun. Kekurangannya, terpaksa didatangkan dari luar daerah.

“Kalau program yang kita canangkan berhasil, maka sekali panen kita bisa menghasilkan 8.500 ton. Berarti, kalau petani kita panen 2 atau tiga kali dalam setahun, dalam tiga tahun Kota Gunungsitoli akan menjadi daerah swasembada pangan,” ujarnya.

Dandim 0213/Nias Letkol Inf. Luhut Bernandus Sidabariba yang hadir pada acara perbaikan irigasi itu juga berjanji akan membantu para petani memperbaiki saluran irigasi sawah di Kota Gunungsitoli. Ia juga telah memerintahkan Kodam, Korem, Kodim dan Babinsa mendampingi para petani dalam kegiatan tersebut. [WAN]

Related posts