SUMBER DAYA MANUSIA

Calo Perekrutan GBD Nias Selatan Berkeliaran

Peserta seleksi GBD Nias Selatan mendapatkan pengarahan dari panitia seleksi. | Foto: Suhertiyanus Dakhi

Peserta seleksi GBD Nias Selatan mendapatkan pengarahan dari panitia seleksi, Jumat (30/1/2014). | Foto: Suhertiyanus Dakhi

TELUKDALAM, NBC – Seleksi penerimaan guru bantu daerah (GBD) Kabupaten Nias Selatan menjadi sorotan masyarakat beberapa hari terakhir, termasuk di media sosial. Peserta seleksi meminta panitia untuk transparan. Sebab, ditengarai pada penerimaan GBD tersebut banyak calo berkeliaran untuk meraup keuntungan dengan meminta uang kepada peserta dengan jaminan lulus. Jumlah uang yang diminta pun bervariasi, mulai dari Rp 5 juta.

Informasi yang himpun dari peserta seleksi GBD oleh NBC, saat ini para calo sedang berkeliaran meminta uang kepada peserta seleksi guru bantu daerah, Jumat (30/1/2015)

Salah seorang peserta seleksi GBD, yang tidak mau menyebutkan namanya, kepada NBC, mengatakan saat ini banyak calo yang mengatasnamakan dirinya “dekat dengan Bupati” meminta uang sebesar Rp 5 juta per orang dengan jaminan diloloskan menjadi GBD.

“Kemarin ada yang minta uang kepada saya sebesar Rp 5 juta dengan jaminan diloloskan sebagai GBD. Orang itu mengaku dekat dengan Bupati Nias Selatan dan mempunyai orang di kepanitiaan,” ungkap narasumber NBC itu.

Hal yang sama juga disampaikan FRW, peserta seleksai GBD. FRW mengatakan, salah seorang calo yang merupakan keluarga dekat Bupati meminta uang kepada saya dan dijamin lulus sebagai GBD. “Kalau mau berjuang dan menang kasih uang Rp 5 juta. Kamu akan dimenangkan nantinya dan kalau tidak (menyerahkan uang), saudara tidak akan menang,” ujar FRW menirukan sang calo.

Di media sosial, status salah seorang netizen menggunakan akun Konstan Putra Perjuangan Maduwu banyak mendapatkan tanggapan dari masyarakat. Di statusnya, Konstan menulis, “Demi nama Tuhan Yesus Kristus, sang pencipta langit dan bumi beserta isinya, ternyata perekrutan GBD Nias Selatan kali ini benar-benar tidak murni dan saya tidak akan menyebut nama siapa yang meminta uang dan cari jatah. Tetapi, saya katakan, ini semua program godo-godo pemerintah. Ternyata dewan juga main cari jatah. Biarlah Tuhan yang tahu apa sebenarnya yang terjadi di Nisel. Amat disayangkan jika program ini semua ajang cari uang dan asas manfaat.”

Konstan tidak menyebutkan secara detail siapa anggota DPRD Nias Selatan yang “bermain” dalam penerimaan GBD tersebut. Menurut dia, dengan bermainnya para calo, peserta seleksi yang sungguh-sungguh dan punya kemampuan bisa saja tes tidak lolos.

Untuk diketahui, tahun ini Nias Selatan kembali merekrut 1.334 GBD yang akan ditempatkan di seluruh wilayah Nias Selatan, mulai dari tingkatan SD, SMP, hingga SMA. (Baca: Pemkab Nias Selatan Rekrut 1.334 Guru Bantu Daerah). Adapun perawat tidak tetap daerah (PTTD) direkrut sebanyak 150 orang. Pada Rabu (28/1/2015) seleksi telah dilakukan kepada 547 peserta. (Baca: 547 Calon PTTD Ikuti Seleksi di Dinas Kesehatan Nias Selatan)

Jangan Percaya Calo

Ketua panitia seleksi GBD Yuniar Bate’e, saat ditemui NBC di ruang kerjanya, Jalan Baloho Indah, mengimbau kepada peserta untuk tidak percaya dengan calo yang meminta uang dengan jaminan akan diloloskan sebagai GBD.

“Kami mengimbau kepada peserta seleksi supaya tidak pecaya dengan calo siapa pun dia karena seleksi ini benar-benar murni dan kalau ada orang yang meminta seperti itu segera laporkan kepada panitia dan/atau pihak yang berwajib untuk diproses secara hukum,” ujarnya kepada NBC.

Saat ditanya, jika panitia menemukan adanya calo yang meminta uang, Yuniar mengatakan, “Laporkan saja kepada pihak yang berwajib,” ujarnya. Adapun di akun Facebook, Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi juga menegaskan tidak ada permintaan uang kepada peserta seleksi GBD. “Jika ada yang oknum yang meminta uang, laporkan kepada saya lewat SMS No 081219793027.[HER]