Batalkan Pemenang Proyek, Bupati Nias Digugat Rekanan

GUNUNGSITOLI, NBC — Bupati Nias Sökhi’atulö Laoli digugat ke Pengadilan Negeri Gunungsitoli karena membatalkan CV Karya Sendoro sebagai pemenang tender proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) di Rumah Sakit Umum Kota Gunungsitoli tahun anggaran 2012 dengan pagu dana Rp 15 miliar.

Sonitehe Telaumbanua, yang dihubungi NBC melalui telepon seluler, Selasa (20/1/2015), membenarkan telah mendaftarkan gugatannya terhadap Bupati Nias di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Senin. Selain Bupati Nias, Sonitehe juga menggugat Direktur RSU Gunungsitoli dan pemilik PT Magnum Global Mandiri, PT Winatindo Bratasena, PT Tiara Donya atas nama Ridwan Winata.

“Saya menggugat  karena pada tender pengadaan alkes di RSU Gunungsitoli tahun 2012, saya yang terpilih sebagai pemenang tender, dan telah diumumkan panitia lelang melalui LPSE Sumatera Utara dengan nomor pengumuman: 20/PBJ-Alkes/RSUD-GS/2012 tanggal 16 November 2012,” ujarnya.

Namun, Bupati Nias membatalkan putusan tersebut dengan menerbitkan surat keputusan nomor: 640/1512/adm Pemb tanggal 18 Desember 2012. Menurut dia, Surat Keputusan Bupati Nias tersebut sarat dengan arogansi kekuasaan, tindakan intervensi langsung kepada keputusan panitia lelang umum RSU Gunungsitoli yang telah menetapkan dirinyaa sebagai pemenang tender, serta diduga adanya konspirasi dengan Ridwan Winata yang kalah dalam tender.

Sonitehe memberi tahu, gugatan terhadap Bupati Nias telah diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dua tahun lalu. Namun, berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA), gugatannya ditolak dengan alasan masuk ranah kompetensi Absolut Pengadilan Negeri, dan bukan ranah PTUN sehingga Sonitehe mendaftarkan kembali gugatannya ke Pengadilan Negeri Gunungsitoli.

Batalkan Pemenang

Bupati Nias Sökhi’atulö Laoli  mengatakan, pembatalan CV Karya Sendoro sebagai pemenang tender pengadaan alkes tahun 2012 di RSU Gunungsitoli untuk menyelamatkan semua pihak agar tidak tersandung hukum.

Pembatalan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi tim Pemerintah Kabupaten Nias karena setelah dilakukan evaluasi, ternyata pengadaan alkes tersebut tidak sesuai spesifikasi.

“Saya membatalkan pemenang untuk menyelamatkan dia, RSU Gunungsitoli dan panitia, supaya mereka tidak bermasalah dengan hukum di kemudian hari. Keputusan yang saya terbitkan sudah diakui dan terbukti dengan ditolaknya gugatannya (Sonitehe) sebelumnya oleh MA,” tutur Bupati Nias melalui telepon seluler kepada NBC, Rabu (21/1/2015).

Mengenai gugatan Sonitehe terhadap dirinya yang baru didaftarkan di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Bupati Nias menganggap itu kewenangan Sonitehe. “Kalau soal gugatan itu, yang akan menangani kelak adalah Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Nias. Silakan saja dia menggugat, kita siap menghadapi,” ujar Sökhi’atulö kepada NBC melalui telepon seluler.

Untuk diketahui, pada pengadaan alkes RSUD Kabupaten Nias dengan pagu dana Rp 15 miliar, CV Karya Sendoro dan sejumlah perusahaan lainnya ikut dalam proses tender. Setelah melakukan proses tender, panitia menetapkan CV Karya Sendoro atas nama Direktur Sonitehe sebagai pemenang dengan tawaran Rp 12,2 miliar. Namun, setelah pemenang ditampilkan melalui LPSE Sumatera Utara, Bupati Nias mengeluarkan keputusan pembatalan pemenang berdasarkan surat yang dilayangkan direktur perusahaan yang kalah atas nama Ridwan Winata. [WAN]

Related posts