KONDISI KAS NIAS SELATAN

Bank Sumut Telukdalam Bantah Telah Bicara kepada Wartawan

Surat keberatan yang disampaikan Bank Sumut Cabang Telukdalam.

Surat keberatan yang disampaikan Bank Sumut Cabang Telukdalam.

TELUKDALAM, NBC — Bank Sumut Cabang Telukdalam menyampaikan keberatan atas berita sejumlah media, termasuk NBC, yang menyatakan bahwa kas daerah Nias Selatan kosong atau minus. (Baca: Bank Sumut: Kas Daerah Nias Selatan Minus). Pemimpin Cabang Bank Sumut Telukdalam meminta berita tersebut dicabut karena pihaknya merasa tidak pernah berbicara kepada wartawan.

“Kami keberatan dengan pemberitaan tersebut karena kami tidak pernah menyampaikan informasi apa pun tentang kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan kepada wartawan mana pun. Apalagi sampai mengatakan kas Kabupaten Nias Selatan Minus,” ujar Bismarck P Sihotang, Pemimpin Cabang Bank Sumut Telukdalam, dalam surat keberatannya.

Dalam suratnya bernomor 81/KC20-OPS/L/2015 bertanggal 19 Januari 2015, Birsmarck juga menyampaikan bahwa apa yang tertulis dalam berita itu adalah jawaban pihak Bank Sumut kepada nasabah yang hendak mencairkan SP2D yang dibawanya. “Kewajiban kami menjelaskan kepada nasabah. Dan si wartawan mendengar jawaban kami ke nasabah tersebut dan mengutipnya seakan kami yang berbicara langsung kepada wartawan tersebut,” kata Bismarck.

“Oleh karena itu, kami sangat keberatan atas berita tersebut dan meminta berita itu dicabut,” lanjut Bismarck di akhir suratnya.

Kronologi Wawancara dengan Bank Sumut

Redaksi NBC menyampaikan terima kasih atas surat yang disampaikan. Sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang selalu menjadi pegangan media massa mana pun, hak jawab ini wajib bagi NBC untuk menayangkannya.

NBC juga telah meminta klarifikasi dan meminta kronologi bagaimana proses pengambilan data dan sumber berita tersebut dari wartawan NBC di Telukdalam. Berikut kronologi yang disampaikan wartawan NBC.

  • Pada hari Senin 13 Januari 2015 sekitar pukul 14.00 wartawan NBC bersama beberapa wartawan di Nias Selatan (antara lain wartawan Harian Andalas dan wartawan Media Nusantara)  datang ke Bank Sumut untuk mengonfirmasi tentang tidak dibayarkan SP2D rekanan atau kontraktor dan sejumlah SP2D Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Nias Selatan. Pertanyaan yang diajukan oleh wartawan, “Apa betul juga SP2D ditolak oleh Bank Sumut karena sejumlah rekanan mengatakan hal demikian? Dan apa kira-kira penyebabnya?. Pada saat itu yang bertanya adalah wartawan Harian Andalas.
  • Lalu pihak Bank Sumut, dalam hal ini Kepala Bank Sumut Cabang Telukdalam Bismarck, mengatakan kepada wartawan bahwa pihak bukan menolak, tetapi tidak bisa dibukukan.
  • Ditanya lagi, apa alasanya?
  • Bismarck mengibaratkan kondisi kas daerah dengan mengatakan contohnya: Anda (dalam hal ini kami sebagai wartawan) mempunyai saldo Rp 10 juta, tetapi Anda mengeluarkan cek dan mau membayar utang sebesar Rp 50 juta. Maka kami tidak bisa cairkan.
  • Terus ditanya wartawan lagi apakah kas daerah defisit?
  • Pada saat ditanya hal demikian tiba-tiba mantan Anggota DPRD Nias Selatan, Rendos Halawa bersama Efradi Duha, Kepala Biro Rajawali Post, memotong pembicaraan dan Rendos melanjutkan wawancara kepada Bank Sumut dengan bertanya, “Kenapa Bank Sumut tidak membayarkan SP2D rekanan”.
  • Lalu Bismarck menjawab, “Kami tidak bisa menjawab hal itu kepada wartawan kecuali kalau ada kontraktor, baru saya jawab tidak bisa dibayar. Kita masih menunggu uang masuk.”
  • Ditanya  Rendos lagi, “Kapan uangnya ada? Supaya Bank Sumut jangan menjadi tumbal dalam hal ini dan didemo oleh masyarakat.”
  • Bismarck jawab, “Saya tidak bisa pastikan dan tidak bisa ungkapkan. Kalau Bank Sumut ada uangnya, berapa pun bapak mau tarik kalau ada tabungan bapak bisa diambil dan bisa dicarikan.”
  • Terus ditanya Rendos lagi, “Kenapa SP2D tidak bisa dicairkan kalau ada uangnya?”
  • Lalu bank sumut balik tanya, “Apa ada bapak punya SP2D?”
  • Rendos Halawa menghubungi salah seorang rekanan yang membawakan SP2D yang nilainya lebih kurang Rp 1,3 miliar terbagi dari tiga SP2D dan SP2D tersebut disodorkan kepada Bismarck dan disaksikan oleh wartawan.
  • Lalu Bank Sumut menjawab, “Tidak cukup untuk dibayarkan.”
  • Setelah hal itu dijawabnya, maka pembicaraan diakhiri dan wartawan pun keluar dari ruangan Bismarck.

Pantauan NBC, berita yang senada juga telah dimuat di beberapa media online selain NBC. Selain itu, menjawab surat Bank Sumut Telukdalam untuk meminta pencabutan berita tersebut, redaksi NBC tidak bisa memenuhinya karena ketentuan menyebutkan bahwa hal ini cukup dengan memuat hak jawab. [APS]

Related posts