26.759 Warga Nias Barat Belum Urus E-KTP

Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nias Barat | Foto:NBC/Aminudin Hia

Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nias Barat | Foto:NBC/Aminudin Hia

LAHOMI, NBC – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nias Barat mencatat sebanyak 26.759 dari 61.405 penduduk belum merekam Kartu Tanda Penduduk Elektronik. Dinas Dukcapil menargetkan akan menuntaskan seluruh perekaman tahun ini.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nias Barat Sabahati Gulö kepada NBC di ruang kerjanya di Onolimbu beberapa hari yang lalu.

Sabahati mengatakan, untuk menuntaskan pengurusan E-KTP, perakaman akan dilaksanakan secara proaktif melalui pelayanan keliling ke setiap kecamatan. Selain itu, pihaknya juga akan menuntaskan penerbitan Kartu Keluarga (KK).

“Selama ini penyebab tidak tercapainya target perekaman karena keterbatasan tenaga sumber daya manusia serta minimnya fasilitas seperti ketiadaan genset, gudang arsip, ruang kerja,” jelasnya.

Sabati juga mengatakan bahwa pengurusan segala administrasi di Dinas Dukcapil tidak dipungut biaya, karena telah ditanggung dalam mata anggaran Dinas Dukcapil Kabupaten Nias Barat.

Dari data yang diperoleh NBC, tercatat jumlah penduduk yang telah melakukan perekaman dari 8 kecamatan diwilayah Kabupaten Nias Barat yakni, Kecamatan Lahomi: laki-laki 1.793 jiwa, perempuan 2.199 jiwa, dengan jumlah 3.992 jiwa atau 59 persen; sedangkan yang belum melakukan perekaman, laki-laki 1.377 jiwa, perempuan 1.364 jiwa, dengan jumlah 2.741 jiwa atau 41 persen.

Kecamatan Sirombu: laki-laki 2.101 jiwa, perempuan, 2.450 jiwa, dengan jumlah 4.551 jiwa atau 57 persen; sedangkan yang belum melakukan perekaman, laki-laki, 1.704 jiwa, perempuan, 1.751 jiwa dengan jumlah 3.455 jiwa atau 43 persen; jumlah wajib KTP sebanyak 8.006 jiwa.

Kemudian, Mandrehe Barat: laki-laki 1.478 jiwa, perempuan 1.703 jiwa, dengan jumlah 3.181 jiwa atau 57 persen; sedangkan yang belum melakukan perekaman, laki-laki 1.259 jiwa, perempuan 1.178 jiwa, dengan jumlah 2.437 jiwa atau 43 persen; jumlah wajib KTP sebanyak 5.618 jiwa.

Kecamatan Moroo: laki-laki 1.927 jiwa, perempuan 2.119 jiwa dengan jumlah 4.046 jiwa atau 57 persen; sedangkan yang belum melakukan perekaman, laki-laki 1.500 jiwa, perempuan 1.610 jiwa dengan jumlah 3.110 jiwa atau 43 persen; jumlah wajib KTP sebanyak 7.156 jiwa.

Kecamatan Mandrege: laki-laki 4.169 jiwa, perempuan 4.788 jiwa dengan jumlah 8.957 jiwa atau 60 persen; sedangkan yang belum melakukan perekaman, laki-laki 2.800 jiwa, perempuan 3.064 jiwa dengan jumlah 5.864 jiwa atau 40 persen; jumlah wajib KTP sebanyak 14.821 jiwa.

Kecamatan Mandrehe Utara: laki-laki 1.153 jiwa, perempuan 1.238 jiwa dengan jumlah 2.391 jiwa atau 37 persen; sedangkan yang belum melakukan perekaman, laki-laki 1.952 jiwa, perempuan 2.064 jiwa, dengan jumlah 4.016 jiwa atau 63 persen; jumlah wajib KTP sebanyak 6.407 jiwa.

Kecamatan Lolofitu Moi: laki-laki 2.222 jiwa, perempuan 2.510 jiwa dengan jumlah 4.732 jiwa atau 66 persen; sedangkan yang belum melakukan perekaman, laki-laki 1.071 jiwa, perempuan 1.372 jiwa dengan jumlah 2.443 jiwa atau 34 persen; jumlah wajib KTP sebanyak 7.175 jiwa.

Kecamatan Ulu Moroo: laki-laki 1.205 jiwa, perempuan 1.507 jiwa dengan jumlah 2.712 jiwa atau 50 persen; sedangkan yang belum melakukan perekaman, laki-laki 1.331 jiwa, perempuan 1.362 jiwa dengan jumlah 2.693 jiwa atau 50 persen; jumlah  wajib KTP sebanyak 5.405 jiwa. [NB-01]

Related posts