KEBEBASAN PERS

Polres Nias Diminta Tangani Pengancaman kepada Jurnalis

Berita ini diduga memicu pengiriman SMS bernada ancaman kepada reporter NBC.

Berita ini diduga memicu pengiriman SMS bernada ancaman kepada reporter NBC.

GUNUNGSITOLI, NBC — Ditengarai tidak senang dengan pemberitaan di online Nias-bangkit.com (NBC), salah seorang warga yang mengatasnamakan dirinya sebagai salah satu ketua organisasi kepemudaan di Nias Barat mengirimkan layanan pesan singkat (SMS) bernada ancaman. Polres Nias diminta segera menindak pengirim pesan ancaman itu karena dinilai sangat mengganggu pekerjaan jurnalistik yang dilakukan reporter NBC.

Dalam pesan singkat yang dikirimkan AG menyatakan ketidaksenangannya atas pemberitaan NBC terkait pembangunan Jalan di Kecamatan Mandrehe yang baru saja selesai tetapi telah rusak. Dalam SMS itu pengirim mengancam akan menghilangkan nyawa dari salah satu reporter NBC. (Baca: Diduga Asal Jadi, Jalan di Mandrehe Mulai Rusak)

Dengan adanya SMS itu, Redaksi NBC melayangkan surat kepada Polres Nias sebagai pengayom masyarakat dan lembaga penegakan hukum di wilayah Nias Barat. Redaksi NBC meminta perlindungan hukum kepada Polres Nias untuk menghentikan bentuk-bentuk intervensi yang menghalang-halangi pekerjaan jurnalistik di Pulau Nias, khususnya di Nias Barat.

”Dalam menjalankan tugas, wartawan kami terus kami ingatkan untuk selalu menjalankan tugas sesuai aturan dan kode etik yang berlaku. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, SMS yang bernada mengancam itu kami tanggapi serius untuk keselamatan reporter kami di lapangan. Untuk itu kami memberi tahu Polres Nias terkait isi dari SMS tersebut. Kami harapkan Polres Nias bisa segera menindaklanjuti laporan kami,” kata Pemimpin Redaksi NBC Donny Iswandono, Jumat (26/12/2014).

Bernada Meneror

Dari SMS yang diterima reporter NBC, AG mengatakan bawa reporter NBC seharusnya jangan menjadi tumbal. ”Saya sudah turun langsung menangani proyek itu bersama anggota saya, Kumis, dan yang lain. Mereka menggunakan alat berat dan bahan material, bukan seperti proyek yang lain yang tak menggunakan alat,” ujarnya dalam SMS itu.

Menurut AG, semua anggota organisasi yang dipimpinnya di Nias Barat, termasuk dari media dan LSM, sudah tahu bahwa pekerjaan itu sesuai dengan prosedur. ”Saya hanya meminta klarifikasi ulang beritamu yang menjelek-jelekkan proyek itu,” ujar AG.

Kepada NBC, AG membenarkan bahwa ia pernah mengatakan kepada reporter NBC supaya tidak menjadi tumbal. ”Saya pernah bilang, jangan jadi tumbal. Reporter NBC dapat data dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.  Itukan termasuk tumbal, surat kaleng,” ujarnya.

Ketika diminta klarifikasi soal kalimat “akan dihilangkan”, AG tidak implisit menjawab. “Kami tidak ke mana-mana, tetapi ada di mana-mana. Kami tidak pernah menjual dan membeli, tetapi memborong dalam keadaan terpaksa,” kata AG tanpa menjelaskan detail maksud kalimatnya.

Ia juga mengatakan, sumber NBC pada berita itu, FKI-1, adalah bentuk iri hati saja. ”Karena belum terdaftar di politik Nias Barat, FKI-1 sering mengambinghitamkan. Reporter yang memberitakan berita fiktif, yang seyogianya reporter itu langsung ke lapangan dan bertemu langsung yang bersangkutan. Bukan main kucing-kucingan yang hanya terima berita melalui SMS,” ujarnya.

Di bagian lain SMS itu, AG mengatakan, “Saya tidak bertanggung jawab kalau kamu hilang oleh anggota saya,” katanya AG sambil menyebut nama organisasi yang ia pimpin.

Sementara itu, saat NBC menyampaikan soal ancaman yang dilayangkan kepada NBC, Bupati Nias Barat Adrianus Aroziduhu Gulö menyatakan sudah tidak zamannya pers dibungkam. ”Jika pers dibungkam, siapa lagi yang akan mengoreksi kinerja pemerintah. NBC jangan takut dan saya mendukung langkah NBC untuk terus membantu mengkritik pekerjaan pemerintah serta membantu pemerintah mengawasi jalannya pembangunan di Nias Barat. Laporkan saja ke polisi (orang-orang yang tidak mau dikritik, apalagi meneror),” kata Adrianus kepada NBC sambil berharap jalan yang rusak itu segera diperbaiki.

Adrianus akan segera meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Nias Barat untuk mengecek kondisi jalan itu. “Terima kasih NBC untuk terus mengawasi proses pembangunan di Nias Barat,” katanya.

Saat diklarifikasi bagian mana yang salah di berita itu, AG mengatakan, NBC tidak mengonfirmasi dulu kepada organisasi ia yang pimpin. ”Kami bukan pemilik CV Duta Mulia Persada. Kami pinjam perusahaan itu. Yang saya harapkan kerja sama beberapa lembaga media, LSM, dan organisasi,” ujarnya dalam SMS.

Saat ditanya, apakah peminjaman CV itu atas nama jabatan AG sebagai ketua organisasi kepemudaan. ”Iya, atas nama Ketua (sambil menyebut nama organisasi kepemudaan) Kabupaten Nias Barat.”

Kemudian tak lama berselang, AG meralat SMS-nya, ia mengatakan, ”Peminjaman atas nama pribadi, bukan atas nama ketua (organisasi). Yang kerjakan proyek itu anggota saya di Nias Barat, termasuk mantan kepala biro Jarak Pantau Adrianus Gulö (Kumis),” ujarnya.

Belum Selesai

Mengenai foto yang ditampilkan NBC bahwa jalan yang baru selesai diaspal itu terlihat sudah ambles di salah satu bagian badan jalan, AG mengatakan bahwa pekerjaan itu sebenarnya belum selesai.

”Foto itu pekerjaan belum siap. Istirahat sepekan itu karena alat vibro belum bisa masuk. Makanya istirahat yang kerja. Apa mungkin di gaji saja pekerja tanap hasil di lapangan,” katanya.  [*/TIM NBC]

 

Related posts