2 Panti di Nias Utara Terima Bantuan dari Dharma Wanita

Di hari ulang tahun ke-15, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nias Utara Feriani Zega menyerahkan bantuan sembako di Panto Jompo Betania BNKP dan panti Asuhan Dorkas. Senin (15/12/2014). Foto NBC/Onlyhu Ndraha.

Di hari ulang tahun ke-15, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nias Utara Feriani Zega menyerahkan bantuan sembako di Panto Jompo Betania BNKP dan panti Asuhan Dorkas. Senin (15/12/2014). Foto NBC/Onlyhu Ndraha.

 

GUNUNGSITOLI, NBC –  Untuk merayakan Hari ulang tahun ke XV, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nias Utara memberikan bantuan ke Panti Jompo Betania BNKP dan Panti Asuah Dorkas. Bantuan yang diberikan berupa beras, telur, mie instan, bakal baju serta ongkos jahit.

Pengamatan NBC, pelaksanaan bakti sosial itu Senin (15/12/2014) di mulai dari Panti Jompo Betania BNKP Gunungsitoli di Jl Gomo No 24 Gunungsitoli Nias atau di samping SPBU Dachi Market. Adapun bantuan yang diberikan berupa beras, indomie, telur dan bakal pakaian serta ongkos jahit. Selanjutnya di Panti Asuhan Dorkas di Desa Teluk Belukat Kecamatan Gunungsitoli Utara atau tepat di simpang menuju lokasi wisata Pantai Hoya diberikan bantuan berupa makanan.

Ketua Dharma Wanita Nias Utara Faeriani Zega usai menyerahkan bantuan itu kepada NBC mengatakan, bakti sosial yang mereka lakukan sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap sesama manusia. “Bakti ini merupakan perayaan ulang tahun ke-15 Dharma Wanita yang jatuh (7/12/2014), tapi pelaksanaannya baru hari ini (15/12/2014). Selain itu, juga dalam rangka menyambut Natal (25/12/2014) dan Tahun Baru (1/1/2015). Walau yang kami berikan tidak terlalu banyak, semoga meringankan beban mereka,” katanya bahagia.

Faeriani menyampaikan, Dharma Wanita ini merupakan persatuan seluruh istri pegawai negeri sipil (PNS). Setiap bulan mereka mengadakan rapat pertemuan yang yang sering didiskusikan peran perempuan untuk mengingatkan suami – sebagai PNS tidak melaksanakan korupsi. “Kami tetap menyampaikan istri harus berperan mengingatkan suami tidak korupsi. Istri tidak boleh berlebihan meminta ini itu. Istri harus menyesuaikan pendapatan suami dengan tingkah setiap hari,” tuturnya.

Anggota DPRD Kota Gunungsitoli itu, menyatakan, dua tahun yang lalu saat ulang tahun ke-13, mereka juga memberi bantuan kepada anak-anak yatim yang berprestasi dan tahun 2013 yang lalu bentuk perayaan ulang tahun lomba masak.

Butuh Bantuan

Ketua pengelola Panti Jompo Betnia BNKP Pdt. Elisa Nazara menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang sudah diberikan. Dia juga berharap, kiranya kegiatan semacam ini tidak hanya sekali ini saja melainkan terus menerus untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

Dijelaskan Elisa, Panti Jompo ini merupakan satu-satunya di Kepulauan Nias yang berdiri sejak tahun 2000. Jumlah wanita tua yang di urus sebanyak 16 orang dari berbagai wilayah yang ada di Pulau Nias. Salah satu umur yang tertua Sitia Zega (85) dari Desa Bousö Kecamatan Gunungsitoli Utara.

Syarat yang bisa di rawat dip anti jompo, menurut Pdt. Elisa, keluarga prasejahtera, tidak memiliki keluarga dan atau yang memang dalam keluarga itu tidak mampu membiayai hidup ibu yang sudah lanjut usia.

Rindu Orang Tua

Salah seorang anak Panti Asuhan Dorkas Jenius Zega (13) anak dari Agustinus Zega (35) dari Desa Hilimaziaya Lotu Nias Utara, mengungkapkan, jumlah anak ada di Panti Dokras sebanyak 76 orang. Ia menuturkan tidak berniat berpisah dengan orang tuanya. Tapi, demi mendapatkan pendidikan, ia harus berpisah dari orang tuanya.

“Kami yang berkumpul disini selalu rindu dengan orang tua. Disini kami sering dimarahi, jika kami berulah, kami tidak ingin berpisah dari orang tua kami. Tapi orang tua kami tidak mampu membiaya kami sekolah dan juga biaya hidup sehari-hari. Untukmitulah kami ada disini untuk mengemban ilmu yang berguna bagi kami. Terima kasih bagi bapak ibu yang telah mengunjungi kami disini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Diberitahu Jenius, bersama adiknya Sriwahyuni Zega (11) telah lama ditinggal orang tuanya merantau di Pekanbaru dengan kelima saudaranya yang lain. Dengan adanya Panti Asuhan Dorkas mereka bisa mengecap pendidikan di SD Swasta Sky yang berada di lingkungan panti itu.

Salah seorang guru kelas SD Swasta Sky Pongky mengatakan panti ini berada di bawah naungan Gereja Kristus Yesus (GKY). Ini didirikan paska gempa bumi 2005 yang lalu. Seluruh biaya hidup anak panti ditanggung panti asuhan. Kini SD Sky Pongky sudah memiliki siswa yang duduk di kelas VI. [NDH]