GENERASI MUDA

Siswa SMP Sampaikan Pesan Moral Lewat Lomba Pidato

Suasana Lomba Pidato Bahasa Indonesia Tingkat SMP se Kota Gunungsitoli di Aula SD Asisi Desa Fodo Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Sabtu (15/11/2014). Foto NBC/Ano

Suasana Lomba Pidato Bahasa Indonesia Tingkat SMP se-Kota Gunungsitoli di Aula SD Asisi, Desa Fodo, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Sabtu (15/11/2014). | Foto NBC/Anoverlis Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC —  Giliran para siswa SMP yang kali ini berkompetisi dalam Lomba Pidato Bahasa Indonesia se-Kota Gunungsitoli yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli di Aula SD Asisi, Desa Fodo, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Sabtu (15/11/2014).

Lomba yang diikuti 28 peserta tersebut melombakan tiga tema pilihan, yakni “Nilai Karakter Bangsa”, “Cinta Bahasa Indonesia”, dan “Semangat Sumpah Pemuda”. Bertindak sebagai dewan juri, yaitu Tõnazaro Zebua, Verdinand Telaumbanua, dan Ridhoi Daeli.

Tampil sebagai Juara I, Letya Fitri Minerva Telaumbanua dari SMP Negeri 3 Gunungsitoli, Juara II diraih Iman Sejati Zendratõ dari SMP Negeri 7 Gunungsitoli, dan Juara III Deswin Telaumbanua dari SMP Negeri 2 Gunungsitoli.

Salah satu tema yang mendominasi isi pidato para peserta adalah “Nilai Karakter Bangsa”. Seperti yang diungkapkan Letya Fitri Minerva yang meraih juara pertama pada lomba pidato tersebut bahwa nilai karakter bangsa tidak terlepas dari pendidikan karakter. Pendidikan karakter memerlukan tiga komponen pendukung, yakni keluarga, guru, dan lingkungan masyarakat.

“Pendidikan karakter di sekolah bukan semata-mata mempelajari pengetahuan, melainkan lebih dari itu, yakni penanaman moral, etika, dan budi pekerti luhur,” ujarnya.

Ia juga berpendapat bahwa bangsa Indonesia mengalami krisis sopan santun. Dengan demikian, karakter anak bangsa yang semakin merosot itu selayaknya harus direhabilitasi sama seperti para pengguna narkoba.

“Menurut saya seseorang dikatakan hebat bukan hanya mengandalkan intelektual saja, melainkan harus memiliki karakter yang baik,” ujarnya.

Isi pidato yang tidak kalah menarik juga disampaikan Iman Sejati Zendratõ, pemenang kedua. Iman yang mengangkat tema “Semangat Sumpah Pemuda” juga mengundang decak kagum para hadirin. Selain cara penyampaian, isi pidatonya juga cukup menggugah.

Sebagai penerus bangsa, kata Iman, generasi penerus bangsa harus merenungkan kembali makna Sumpah Pemuda dengan jiwa dan semangat kebangsaan serta keinginan untuk bersatu. Ia juga menyatakan sudah bukan rahasia umum jika kebangkitan ataupun kemerosotan bangsa sangat dipengaruhi oleh semangat pemuda.

“Kita sering melihat di media, baik cetak maupun elektronik, banyak generasi muda yang mencoreng dirinya sendiri, melakukan hal yang mereka rasa benar, bergaul dengan hal-hal yang tidak berguna dan dilarang oleh agama dan hukum,” ungkapnya dengan lantang.

Untuk itu, ia mengajak generasi muda bersama-sama membenahi tatanan hidup bangsa agar bangsa ini tidak semakin hancur. Jika tidak ada persatuan dan kesatuan, negara menjadi tidak tenteram dan bukan tidak mungkin dijajah kembali.

Lomba Pidato Bahasa Indonesia tingkat SMP se-Kota Gunungsitoli 2014 ini cukup menarik. Tidak hanya dari isi pidato yang mampu membuat hadirin berdecak kagum, tetapi juga tingkah polah dan gaya peserta sesekali mengundang tawa dan tepuk tangan. [ANO]

 

Related posts