JELANG KENAIKAN HARGA BBM

Harga Kebutuhan Pokok di Gunungsitoli Melonjak

Suasana Pasar Nou di Kota Gunungsitoli | Foto : NBC/Iman Jaya Lase

Pedagang di Pasar Nou di Kota Gunungsitoli | Foto : NBC/Iman Jaya Lase

GUNUNGSITOLI, NBC – Sejumlah harga bahan kebutuhan pokok di Kota Gunungsitoli naik dua kali lipat dari harga biasanya bahkan sebelum kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi resmi diumumkan oleh pemerintah pusat. Masyarakat mengeluh karena terancam tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya.

Informasi yang dihimpun NBC di lapangan, harga cabe merah pada minggu kedua November naik dua kali lipat dari harga sebelumnya menjadi Rp 60.000 per kilogram, pada minggu sebelumnya tercatat hanya Rp 30.000 pe kilogram. Sedangkan cabe rawit yang sebelumnya Rp25.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang kebutuhan pokok di Pasar Nou Kota Gunungsitoli, Yulisia Lase kepada NBC, Kamis (13/11/2014), mengatakan bahwa kenaikaan harga sejumlah kebutuhan pokok sudah terjadi sepekan ini.

“Hampir sepekan tiap jenis kebutuhan merangkak naik, kami dengar disebabkan adanya informasi akan dinaikannya harga BBM,” kata Yulisia.

Seperti halnya beras ukuran 30 kilogram yang sebelumnya tercatat Rp 290.000 saat ini naik menjadi Rp 300.000, telur satu papan yang sebelumnya Rp 32.000 menjadi Rp 35.000.

Dari beberapa harga kebutuhan pokok yang melonjak, ada beberapa kebutuhan pokok yang masih stabil seperti Bawang Merah per kilogram Rp 22.000, Bawang Putih per kilogram Rp 20.000. dan harga minyak makan turun dari Rp 13.000 menjadi Rp 12.000.

“Dengan naiknya sejumlah harga kebutuhan pokok ini, pendapatan kami berkurang pasalnya tiap harinya kami bisa menjual cabe hingga 100 kilogram dalam sehari namun dalam minggu ini hanya sekitar 40 kilogram sehingga banyak cabe yang kami jual membusuk,” jelasnya.

Di tempat yang sama salah seorang ibu rumah tangga yang berbelanja di Pasar Nou, Ina Eben Gea, kepada NBC baru mengetahui banyak kebutuhan pokok yang melonjak naik sehingga tidak semua kebutuhan rumah tangga yang ia belanjakan.

“Saya semua kebutuhan rumah tangga kami yang saya beli mengingat beberapa kebutuhan pokok sudah melonjak naik, terpaksa saya harus menunda beberapa barang untuk dibeli,” ujarnya.

Ina Eben berharap agar pemerintah mengontrol harga kebutuhan pokok di pasaran bisa stabil terlebih masih belum naiknya harga BBM secara resmi. “Pemerintah seharusnya bergerak cepat untuk mengatasi hal ini, banyak masyarakat yang semakin kesulitan memenuhi kebutuhan keluarganya,” harapnya. [MAN]

Related posts