INFRASTRUKTUR

Bina Marga Sumut Akan Cek Kerusakan Jalan di Larumae

Kondisi jalan di Desa Larumae Km 17. Hingga foto ini diambil, Selasa (21/10/2014), belum ada perbaikan. | Foto: NBC/Apolonius Lase

Kondisi jalan di Desa Larumae Km 17. Hingga foto ini diambil, Selasa (21/10/2014), belum ada perbaikan. | Foto: NBC/Apolonius Lase

MEDAN, NBC – Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara akan memberikan perhatian terhadap kerusakan Jalan Nias Tengah (Faekhu menuju Moi) yang mengalami kerusakan, mulai dari ringan, sedang hingga berat seperti jalan rusak di Larumae di Km 17 yang perlu segera ditangani.

Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara Abdul Haris Lubis terlebih dahulu mengecek kembali apakah jalan tersebut memang benar merupakan jalan provinsi atau jalan kabupaten.

“Nanti kami coba cek ruas itu, ruas itu yang di mananya. Inikan yang kita dapat informasi cuma di Kilometer 17, kalau memang ruas kita nanti (kita atasi). Tadi saya sudah coba konfirmasi kepada kepala UPT-nya, tetapihandphone-nya tidak aktif. Nanti saya pastikan dulu. Andaikan memang ini belum ditangani dan ini memang betul ruas kita, artinya (berdasarkan) foto ini ya, memang pada 2015 itu ada kami alokasikan untuk bencana alam untuk di Nias, termasuk penanganan (longsor) itu,” ungkap Haris dalam satu wawancara dengan NBC, Senin (24/11/2014) di ruang kerjanya.

Berdasarkan foto yang ditunjukkan NBC, Haris berkesimpulan longsor yang terjadi cukup panjang dan tentunya ini membutuhkan anggaran yang cukup besar. “Berarti akan ada bronjong juga di situ juga nanti. Tapi saya belum tahu kondisi yang sebenarnya. Apakah itu harus membuat bronjong atau harus melebarkan jalannya yang ke kanan itu. Tapi kalau saya lihat di sisi itunya, ya lumayan juga anggaran untuk itu, ya,” tuturnya.

Abdul Haris juga menyampaikan bahwa jika memang nantinya itu merupakan ruas jalan provinsi, pihaknya akan mengalokasikan anggarannya pada 2015. “Rasanya pada tahun yang mau berakhir ini tidak ada lagi alokasi untuk itu. Cuma memang, andaikan itu sudah menghambat lalulintas dan tidak bisa dilewati, pasti ada penanganan. Tapi kalau memang membutuhkan anggaran yang lebih besar, mungkin di 2015 sudah kita tampung untuk alokasi itu. Jadi polanya, pola darurat. Tapi itupun nanti saya cek apakah itu di ruas kita atau bukan,” ujarnya.

UPT Bina Marga Gunungsitoli Faozatulö Zalukhu, yang dihubungi NBC, ponselnya tidak aktif. Sudah beberapa kali mencoba menghubungi yang bersangkutan di kantornya tidak pernah berhasil ditemui. Padahal, masyarakat pengguna jalan yang setiap hari melewati jalan rusak ini sangat mengharapkan keseriusan Pemerintah Sumut untuk segera memperbaiki jalan provinsi yang rusak ini.

“Tolong kepada Bina Marga agar bergerak cepat untuk turun tangan mengatasi kerusakan ini. Rumah kami terancam longsor. Jika hujan, kami sangat waswas, apalagi pada malam hari. Tidak hanya itu, jika truk besar lewat, getarannya menambah tanah di sini makin berpotensi tambah longsor,” ujar Tötönafö Lase, warga yang rumahnya tepat berada di lokasi longsor.

Pantauan NBC, jalan yang berada di lereng tebing itu ambles dan longsor sekitar 60 meter. Hampir separuh badan jalan sudah ambles. Di dasar longsoran terlihat bekas beton penahan yang ikut longsor serta tumpukan karung berisi tanah/pasir.

Warga yang melintas di jalan ini diharapkan berhati-hati terutama untuk kendaraan truk dengan beban berlebih, apalagi jalan longsor ini berada di tikungan.

Informasi yang dikumpulkan NBC, jalan ini adalah jalan provinsi dan pemeliharaannya menjadi tanggung jawab Bina Marga Provinsi Sumatera Utara. Beberapa jalan rusak di jalur ini sudah tampak mulai dikerjakan. Namun, untuk jalan rusak di Km 17 ini masih belum ada tanda-tanda adanya perbaikan. [ARA]

Related posts