INVESTASI

Wali Kota Ajak Investor Reklamasi Pantai di Kota Gunungsitoli

Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase (kanan) mengajak investor reklamasi pantai di Kota Gunungsitoli. | Foto: NBC/Irwanto Hulu

Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase (kanan) mengajak investor reklamasi pantai di Kota Gunungsitoli. | Foto: NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Pada kunjungan 6 konsul jenderal dan konsul kehormatan negara sahabat di Kota Gunungsitoli, Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase mengajak investor untuk menanamkan modal dalam pelaksanaan reklamasi pantai yang ada di Kelurahan Pasar Gunungsitoli.

Modal untuk melakukan reklamasi pantai di Kota Gunungsitoli menurut Wali Kota, investor hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 750.000 sampai Rp 1 juta per meter persegi.

Ajakan tersebut disampaikan kepada Konjen Malaysia Ahmad Rozan Gani, konjen Singapura  Mark Low, Konjen Tiongkok Ying Wen, konsul kehormatan Belanda Ony Hidra Kesuma, konsul kehormatan Jerman Lilik Dharmadi dan staf konsul kehormatan Turki Nelly Rasyid pada acara ekspose potensi Kabupaten Nias, Nias Barat, dan Kota Gunungsitoli di Wisma Soliga, Jalan Diponegoro, Desa Miga, Kota Gunungsitoli, Jumat (17/10/2014).

“Saat ini harga tanah di Kota Gunungsitoli khususnya jalan Sirao, Kelurahan Pasar Gunungsiltoli mencapai Rp 10 juta permeter. Kalau pantainya direklamasi investor dengan mengeluarkan biaya Rp 750.000 sampai Rp 1 juta per meter, tanah tersebut bisa laku Rp 5 juta per meter,” kata Wali Kota Gunungsitoli.

Jika ada investor yang berminat melakukan reklamasi pantai, dia berjanji Pemerintah Kota Gunungsitoli siap bekerja sama dan memberikan garansi kepada investor akan banyak yang membeli tanah tersebut.

Pelaksanaan reklamasi pantai yang diperuntukkan agar harga tanah di tepi pantai menjadi lebi mahal dipertanyakan banyak pihak. Reklamasi pantai yang diusulkan oleh Pemkot Gunungsitoli harusnya melalui sebuah penelitian atau riset yang komprehensif sehingga tujuan reklamasi pantai jelas.

“Pemkot harus punya blue print dulu sebenarnya apa yang ingin dilakukan. Jangan hanya melemparkan isu atau wacana yang tanpa ada dasar-dasarnya. Ini bisa-bisa seperti program-program sebelumnya yang tidak jelas juntrungannya karena minimnya persiapan. Bagaimana investor bisa menanggapi kalau tak punya perencanaan yang matang?” ujar salah seorang warga di Kota Gunungsitoli yang meminta namanya tidak disebutkan.  [WAN]

Related posts