NIASPIRASI

Perjalanan Hidup Bonne Gea Difilmkan

NBC“The Girl, The Wave, The Point-An island changed by surfing, told through the eyes of a local girl, Bonne Gea, now on the ASC Tour…”, kalimat ini mengawali sebuah proposal yang dibuat oleh Rebecca Coley, warga London, Inggris, yang sedang berupaya mengumpulkan dana untuk upaya pembuatan film dokumenter perjalan hidup dan karier Bonne Gea, perempuan peselancar asal Nias, yang juga merupakan juara Asia 5 kali berturut-turut.

Ajakan pencarian dana itu ditayangkan Kickstarter.com. Dalam situs itu disebutkan, tim memerlukan uang sekitar 20.000 pounsterling atau sekitar Rp 387.252.442. Biaya itu diperlukan untuk menyewa para kru yang akan melakukan pengambilan gambar di keluarga, teman-teman Bonne di Pulau Nias. Kru itu juga akan mewawancarai peselancar dan para tokoh masyarakat di Pulau Nias serta ingin menggambarkan adat dengan budaya megalitik di selatan Nias itu yang sangat digandrungi oleh para turis mancanegara.

“Kami ingin membawa kamera Arri Amira untuk menangkap gambar berkualitas tinggi yang sangat baik dari pulau dan kami ingin membawa sinematografer profesional dan perekam suara. Kamera khusus ini sebaik Arri Alexa menghasilkan gambar sinematik kualitas tertinggi, tetapi lebih ringan untuk pemotretan dalam situasi dokumenter,” kata Rebecca dalam situs Kickstarter.com.

Disebutkan, pada tanggal 18 Oktober 2014 proyek ini telah mendapatkan biaya yang dibutuhkan. “Funded! This project was successfully funded on October 18,” demikian pengumuman pada situs itu.

***

Lewat film dokumenter berdurasi 30 menit yang digarap dengan serius ini bukan saja nama Bonne akan makin dikenal oleh dunia luar, tetapi sekaligus juga mengangkat Nias dan potensi pariwisatanya ke kancah internasional. Perjuangan Bonne yang melawan kebiasaan sebagai putri Nias yang sering tunduk pada keinginan orangtua yang enggan mengizinkan anak perempuan mereka melakukan hal-hal ekstrem seperti yang dilakukan Bonne.

Pada pertemuan dengan kami beberapa waktu lalu, Bonne berharap agar para orangtua tidak terlalu mengekang anak perempuan mereka. (Baca: Yasniar “Bonne” Gea, Juara Selancar Asia yang Belum Terkalahkan)

Film bertajuk “Nias, Point of The Change” ini disebutkan akan memberikan fokus pada cerita Bonne dan memberikan wawasan ke dalam evolusi berselancar di Pulau Nias yang selama ini didominasi oleh kaum adam.

Agar film benar-benar bermanfaat, tim sudah melakukan wawancara dengan orang-orang yang mengetahui sejarah surfing Nias, seperti Kevin Lovett dan Wendy Adcock, sebagai orang pertama yang menemukan dan menjajal pertama kali gelombang tinggi di Lagundri.

Tidak hanya itu, seorang kurator di National Museum of Denmark, Andrew Beatty, yang juga Profesor Antropologi di London Brunel University) diwawancarai. Tim juga menyambangi Eric Aeder, fotografer surfing pertama untuk mengambil dan memublikasikan foto dari gelombang di Nias di majalah Surfer, serta Jess Ponting, Guru Besar Pariwisata Surf di San Diego University, yang merupakan salah satu anggota pendiri Pusat Penelitian Surf di San Diego.

***

Bonne yang dihubungi Sabtu (25/10/2014), mengatakan, pengambilan gambarnya dimulai Minggu (26/10/2014). “Ini saya sudah berada di Medan menuju Nias untuk shooting,” ujarnya.

Cerita film dokumenter dirinya itu, kata Bonne, dimulai dari pengambilan gambar saat dia masih kecil. “Yang menjadi saya waktu kecil sedang dicari. Kemungkinan besar ponakan saya,” ujarnya.

Selamat Bonne! Terus berkarya dan harumkan nama Nias serta Indonesia di kancah dunia. Selamat. [APOLONIUS LASE]