Alami KDRT, Laporkan ke P2TP2A Kabupaten Nias

Ketua P2TP2A Kabupaten Nias Ernij Christian Lase |Foto: NBC/Nitema Mendrofa.

Ketua P2TP2A Kabupaten Nias Ernij Christian Lase |Foto: NBC/Nitema Mendrofa.

GUNUNGSITOLI, NBC — Bagi masyarakat Kabupaten Nias yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat melapor ke P2TP2A Kabupaten Nias, yang beralamat di Jalan Kartini I, Gunungsitoli. P2TP2A akan melakukan pendampingan dan membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi para korban.

Hal itu dikatakan Ketua Pusat Pelayan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Nias Ernij Christian Lase,  juga sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pelayanan Anak Kantor BP2PA Kabupaten Nias kepada NBC, Selasa (30/9/2014) dikantornya.

Ernij menjelaskan, P2TP2A merupakan badan yang menampung aspirasi kaum perempuan dan anak yang mengalami tekanan dan kekerasan. Sehingga, dilakukan pembinaan agar dalam keluarga dapat terpenuhi hak-haknya dan terhindar dari segaa bentuk kekerasan.

“Pelayanan dan pemberdayaan kepada perempuan dan anak yang mengalami kekerasan, baik di sekolah maupun dirumah, agar melaporkan hal tersebut di Kantor Pusat Pelayan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Nias, beralamat di Jalan Kartini I, Gunungsitoli,” ujarnya.

Ernij memberitahu, beberapa kasus yang sering terjadi dimasyarakat saat ini, seperti perkawinan paksa terhadap perempuan, kekerasan dalam keluarga yang dilakukan oleh suami terhadap istri, dan hak anak yang tidak terpenuhi bahkan mengalami kekerasan.

“Hingga September 2014, ada empat kasus yang sudah dilaporkan di Pusat Pelayan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Nias. Kasus tersebut berupa kekerasan dalam keluarga, namun setelah P2TP2A melakukan pembinaan kepada keluarga yang bersangkutan, maka kasus sudah selesai,” terangnya.

Selain melakukan penanganan terhadap laporan dari masyarakat, P2TP2A juga melakukan bentuk sosialisasi kepada masyarakat tentang hak dan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Dan jika kasus yang ditangani P2TP2A tidak bisa terselesaikan, maka P2TP2A menyerahkan kepada pihak penegak hukum.  [TEM]

Related posts