DUGAAN IJAZAH PALSU

Merasa Difitnah, Caleg Terpilih Melapor ke Polres Nias

Herman Jaya Harefa didampingi pengacaranya melapor ke Mapolres Nias. | Foto: NBC/Irwanto Hulu

Herman Jaya Harefa didampingi pengacaranya melapor ke Mapolres Nias. | Foto: NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Merasa difitnah dan keluarganya terbebani secara psikologis, calon anggota legislatif terpilih periode 2014-2019 dari Partai Demokrat Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa melapor ke Polres Nias. Ia melaporkan balik dua anggota LSM, Yulianus Zebua dan Sudieli Zebua, yang sebelumnya melaporkan dirinya dengan tuduhan menggunakan ijazah palsu pada Pemilu Legislatif 2014.

Kuasa hukum Herman Jaya Harefa, Darisalim Telaumbanua, yang ditemui NBC di Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Kamis (4/9/2014), mengatakan kliennya melaporkan kedua orang tersebut karena diduga telah menfitnah dan melaporkan kliennya ke Mapolres Nias. Nomor laporannya STPLP/365/IX/2014/NS.

“Sebelumnya, klien saya telah dilaporkan oleh kedua orang tersebut ke Mapolres Nias pada tanggal 15 April 2014 dengan tuduhan klien saya menggunakan ijazah palsu saat proses Pileg 2014 dan klien saya hanya sekolah 1 bulan untuk mendapat ijazahnya. Namun, laporan mereka telah dihentikan polisi karena setelah dilakukan penyelidikan ke sekolah klien saya, ternyata ijazah klien saya asli dan laporan kedua orang tersebut tidak terbukti,” ungkap Darisalim.

Tekanan Psikologis

Herman Jaya Harefa yang ditemui di tempat yang sama mengatakan bahwa akibat perbuatan kedua terlapor tersebut, dia dan keluarganya sangat terbebani secara psikologis. Hingga saat ini, akibat laporan kedua oknum tersebut, menurut dia, dia dan keluarganya menjadi buah bibir dan perbincangan warga Kota Gunungsitoli.

Dia juga mengungkapkan dugaannya bahwa ada dalang di belakang kedua terlapor yang sengaja ingin melakukan pembunuhan karakter kepada dirinya.

“Saya sebenarnya tidak ada niat melapor kedua orang tersebut karena saya tahu jika di belakang keduanya ada aktor yang sengaja ingin membunuh karakter saya. Tetapi, karena keduanya tidak mau meminta maaf kepada saya, saya terpaksa menempuh jalur hukum atas fitnah yang mereka lakukan,” ujar Herman.

Terlapor Yulianus yang dihubungi NBC, Senin (8/9/2014) mengatakan sudah mengetahui dirinya dilaporkan oleh Herman Jaya Harefa. Namun dia tidak mau memberikan komentar saat NBC menanyakan responsnya. “Tunggu kasus itu selesai, saya baru berkomentar,” ujarnya.

Kepala Unit II Satuan Reserse Kriminal Polres Nias Ipda Fredy Siagian, kepada NBC, mengatakan telah menerima laporan Herman Jaya Harefa. Menurut dia, laporan tersebut akan ditindaklanjuti.

Pada pemberitaan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Nias AKP Arifieli Zega mengatakan bahwa kasus laporan dugaan ijazah palsu Herman Jaya Harefa telah dihentikan penyelidikannya oleh penyidik Polres Nias karena tidak terbukti. Namun, jika pelapor dapat memberikan bukti baru, Polisi akan membuka kembali kasus tersebut. (Baca: Penyelidikan Kasus Ijazah Palsu Caleg Dihentikan[WAN]

Related posts