184 Sekolah di Nias Utara Belum Terima Buku Kurikulum 2013

Siswa SD Negeri No 071020 Awa'ai Kecamatn Sitölu Öri | Foto: NBC/Onlyhu Ndraha

Siswa SD Negeri No 071020 Awa’ai Kecamatn Sitölu Öri | Foto: NBC/Onlyhu Ndraha

LOTU, NBC – Sebanyak 184 sekolah dari tingkat SD hinga SMA di Kabupaten Nias Utara belum menerima buku pelajaran dan buku pegangan guru yang digunakan untuk Kurikulum 2013. Penerapan Kurikulum 2013 ini juga dinilai menyulitkan guru dalam memberi penilaian terhadap siswa.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Utara Fanötöna Zega kepada NBC di raung kerjanya di Lotu Rabu (10/9/2014). “Pelaksanaan Kurikulum 2013 telah diterapkan sejak Juli 2014, kendala yang dihadapi khusus di tingkat SD semua buku pelajaran kurikulum itu belum diterima”.

Untuk menghadapi kurikulum baru itu, menurut Fanötöna, semua guru di Nias Utara telah dilatih oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara. Akan tetapi proses pengiriman buku pelajaran tidak lagi melalui dinas melainkan dari rekanan yang memenangkan pengadaan buku di pusat ke sekolah yang dituju. “Dinas Pendidikan Nias Utara tidak mengetahui proses pengadaan buku, hanya laporan dari sekolah bila sudah menerima buku atau tidak,” ujarnya.

Ketiadaan buku tersebut di seluruh SD sudah di ketahui dinas, dan upaya yang dilakukan menurut Fanötöna menyurati pihak provinsi untuk segera mendesak penyedia jasa mendistribusikan buku. Sehingga proses belajar mengajar tidak terkendala ke depan.

Disampaikan Fanötöna, Kurikulum 2013 ini diberlakukan pada kelas X tingkat SMA/SMK, untuk SMP di kelas VII dan VIII dan untuk SD di kelas I, II, IV dan V. Sementara di keals III dan VI SD masih kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).

Ditambahkan Kabid Perencanaan Operasional Pendidikan Nias Utara Tuhoaro Gea sekolah yang belum menerima buku di antaranya, di tingkat SMA dari 7 unit sekolah, dan baru 3 sekolah yang sudah terdistribusi, di SMK dari 20 unit sekolah yang sudah menerima buku pelajaran sebanyak 5 sekolah.

Untuk tingkat SMP, sebanyak 46 sekolah telah menerima buku pelajaran, tetapi masih ada 4 sekolah yang belum menerima buku pegangan guru. Sedangkan di tingkat SD, sebanyak 161 sekolah belum menerima buku. “Khusus SD yang diterima semua Kepsek hanya berupa CD yang berisi mata pelajaran. Dari CD itu, Kepsek diminta mengkopi atau meng-print untuk dijadikan bahan pembelajaran bagi siswa dan pegangan guru,” tambah Tuhoaro.

Menyulitkan Guru

Kepala Sekolah Dasar Negeri No 071020 Awaai Kecamatan Sitölu Öri Fa’aso Zega kepada NBC membenarkan bila buku pelajaran siswa dan buku pegangan guru belum mereka terima. “Buku pelajaran kurikulum 2013 belum kami terima juga buku pegangan guru. Sebulan yang lalu yang kami terima saat pelatihan berupa CD yang di dalamnya ada mata pelajaran. Kami diminta untuk menggandakan dan meng-print untuk dibagikan kepada siswa.”

Kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan Kurikulum 2013, menurut Fa’aso adalah pada proses penilaian. “Untuk menilai siswa bukan hanya dari satu sisi saja, beragam. Pada KTPS tidak ada. Baiknya ada pelatihan lanjutan untuk guru-guru.”

Hal sedana juga disampaikan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sitölu Öri Haogö Aro Zega bahwa disekolahnya yang belum diterima merupakan buku pegangan guru. “Kami sudah menerima buku pelajaran untuk siswa, tapi khusus buku pegangan guru belum.”

Dari penilaian Haogö Aro, meskipun para guru telah mengikuti pelatihan penerapan kurikulum tersebut, tetapi untuk menerapkannya di sekolah selama 3 bulan ini masih dianggap baru. Selain itu, siswanya juga kurang nyaman untuk belajar dan cenderung tidak belajar. [NDH]

Related posts