MANAJEMEN PENDIDIKAN

Tenaga Pengajar di Nias Utara Didominasi Lulusan Paket C

Fanötöna Zega | Foto:NBC/Onlyhu Ndraha

Fanötöna Zega | Foto:NBC/Onlyhu Ndraha

LOTU, NBC — Dari 3.510 orang guru di Kabupaten Nias Utara sebagian besar adalah lulusan paket C, hanya 1.003 orang yang berstatus PNS. Pemerintah daerah diberi waktu hingga 2015 untuk meningkatkan kualitas pengajar melalui studi lanjut.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Nias Utara Fanötöna Zega kepada NBC di ruang kerjanya Kamis (21/8/2014). “Masih banyak guru di Nias Utara lulusan paket C, padahal 2015 guru harus sarjana dan harus memiliki akta IV bila bukan dari keguruan,” ungkap Fanötöna.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pemerintah diberi tugas meningkatkan kualifikasi guru yang belum sarjana selama sepuluh tahun. Dengan demikian, batas waktu pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan guru hingga 2015.

Untuk mengatasi hal ini, Fanötöna mengatakan, Pemda telah menyekolahkan sebanyak 61 orang lulusan SMA dan SMK terbaik pada jenjang sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB), dan tahun ini akan diwisuda. Selain itu, sebanyak 9 orang dosen Akademik Komunitas Nias Utara sedang studi pada program magister di IPB, dan sebanyak 17 orang di USU, Medan.

Untuk tahun ini, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan untuk membiayai lulusan SMK agar dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia di Bogor. (Baca: Tingkatkan Kualitas SDM, Nias Utara Benahi Bidang Pendidikan).

Dirinci Kabid PTK Dinas Pendidikan Nias Utara Fotania Zai, dari 3.510 jumlah guru di Nias Utara tersebar di 164 sekolah dasar dengan jumlah siswa 27.014 siswa, di SMP sebanyak 49 unit dengan jumlah 8.240 siswa, di SMA sebanyak 8 unit dengan jumlah 1.917 siswa dan 21 SMK dengan siswa sebanyak 3.647.

Kendala lain, kata Fanötöna adalah sekolah menengah kejuruan di Nias Utara masih kekurangan tenaga guru ahli. Dari 128 jurusan SMK yang harus dibuka secara nasional, baru 11 jurusan yang dibuka di Nias Utara.

“Sebenarnya yang paling berguna di Nias Utara itu jurusan perkapalan, perikanan, pariwisata. Jika membuka semua jurusan yang 128 guru tidak ada. Harusnya jurusan SMK itu minimal 35 jurusan,” ujar Fanötöna. [NDH]

Related posts