Wali Kota Minta Warga Tak Tergoda Politik Uang

Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase | Foto:NBC/Irwanto Hulu

Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase | Foto:NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC Warga Kota Gunungsitoli dihimbau untuk tidak tergoda politik uang dari oknum-oknum tidak bertanggung jawab pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli mendatang.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase dalam arahannya saat mengukuhkan panitia Hut Proklamasi Kemerdekaan RI ke-69 Kota Gunungsitoli di aula Samaeri, kantor Wali Kota Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Jumat (4/7/2014).

Martinus mengatakan, melihat kondisi Indonesia saat ini, harus diakui bahwa masyarakat masih belum hidup dalam negara demokrasi. Karena menurut dia, Pemilu Legislatif 9 April lalu, meski telah memilih wakilnya di kursi DPRD dan DPR-RI,  tetapi terpilih karena politik uang, dan bukan karena sesuai pilihan hati nurani rakyat.

“Saat ini kita harus jujur kalau kita belum hidup dalam negara demokrasi atau masih demokrasi ecek ecek. Saya akui, pada Pileg 9 April yang lalu telah terpilih putra putri bangsa terbaik yang duduk di DPRD dan DPR-RI, tetapi mereka bukan pilihan rakyat melainkan terpilih karena politik uang yang mencapai Rp 600 juta,” ungkap Martinus.

Akibat pilihan dengan politik uang tersebut, Martinus memberitahu, jika hal tersebut kelak akan menjadi tantangan kemitraan pemerintah daerah ke depan, karena pemerintah daerah dalam melakukan pembangunan akan berharap kepada wakil wakil rakyat yang terpilih karena politik uang.

Untuk itu, dia berharap pada pilpres yang akan datang, masyarakat tidak mudah terperdaya oleh politik uang, tetapi memilih calonnya dengan hati nurani dan buka karena uang, sebab kedua calon presiden dan wakil presiden yang maju menurut dia adalah putra putra terbaik bangsa Indonesia. [WAN]

Related posts