PELAYANAN KESEHATAN

Rp 400 Juta Biaya Persiapan BLUD RSU Gunungsitoli

Ismed Amazihőnő |Foto NBC/Nitema Mendrofa

Ismed Amazihőnő |Foto NBC/Nitema Mendrofa

GUNUNGSITOLI, NBC — Pemerintah Kabupaten Nias menganggarkan dana sebesar Rp 400 juta dari APBD TA 2014 untuk mempersiapkan penerapan BLUD di RSU Gunungsitoli. Anggaran tersebut digunakan untuk biaya rapat, studi banding juga biaya tim dari Solo.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Program dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Rumah Sakit Umum Gunungsitoli Ismed Amazihőnő kepada NBC, Selasa (22/7/2014) di kantornya.

“Pemerintah Kabupaten Nias melalui Rumah Sakit Umum Gunungsitoli anggarkan dana sebesar Rp 400 juta bersumber dari APBD 2014, untuk biaya persiapan pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Rumah Sakit Umum Gunungsitoli,” ujarnya.

Pembentukan Badan Layanan Umum daerah (BLUD) sebagaimana diatur dalam PP 23/2005 dan Permendagri 61/2007 tentang pengelolaan keuangan pada BLUD. Maka akuntansi Rumah Sakit Umum Gunungsitoli, pada 2015 dikelola secara BLUD.

“Anggaran sebesar Rp 400 juta tersebut, digunakan untuk biaya studi banding ke salah satu Rumah Sakit luar Nias yang sudah membentuk BLUD, biaya rapat, dan biaya tim dari Solo yang datang ke RSU Gunungsitoli untuk konsultasi bekerja sama dengan Rumah Sakit Muardin Solo,” terangnya.

Klarifikasi Biaya Cuci darah

Pada kesempatan itu, Ismed Amazihőnő mengklarifikasi pernyataannya yang dimuat NBC berjudul Cuci Darah, Pasien BPJS Bayar Rp 900.000 terjadi kesalahpahaman. Pada pemberitaan tersebut, Ismed mengatakan belum memberikan penjelasan secara mendetail informasi terkait biaya cuci darah bagi pasien BPJS, sehingga disebutkan pasien BPJS membayar biaya cuci darah dan obat.

“Biaya cuci darah di Rumah Sakit Umum Gunungsitoli ditanggung oleh Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dan kami tidak menyalahkan pemberitaan NBC. Saat itu belum kami jelaskan secara detail sumber dana darimana,” ujarnya. [TEM]

Related posts