Penyelidikan Kasus Ijazah Palsu Caleg Dihentikan

Kasat Reskrim Polres Nias AKP Arifieli Zega | Foto:NBC/Irwanto Hulu

Kasat Reskrim Polres Nias AKP Arifieli Zega | Foto:NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Setelah melakukan penyelidikan ke tempat atau asal sekolah serta melakukan gelar perkara, penyidik Sat Reskrim Polres Nias akhirnya menghentikan penyelidikan terhadap laporan dugaan ijazah palsu milik calon anggota DPRD Kota Gunungsitoli terpilih periode 2014-2019 Herman Jaya Harefa.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polisi Resor Nias AKP. Arifieli Zega yang ditemui NBC di kantor Sat Reskrim Polres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Selasa (22/7/2014).

Arifieli memberitahu, sebelumnya ijazah Strata satu (S1) milik Herman Jaya Harefa diragukan keabsahannya oleh sejumlah masyarakat, sehingga masyarakat yang bernama Sudiely Zebua (SZ) dan Yulianus Zebua (YZ) melaporkan dugaan ijazah palsu tersebut ke Mapolres Nias pada April 2014.

Namun setelah dilakukan penyelidikan oleh penyidik unit Tindak Pidana tertentu (Tipiter) Sat Reskrim Polres Nias dengan mendatangi sekolah dimana Herman Jaya Harefa menamatkan kuliah yakni di STT Philadelphia dan mengambil Ujian Negara di STT Sunsugos, maka tuduhan tersebut tidak terbukti.

Pihak sekolah yang didatangi penyidik membenarkan jika Herman Jaya Harefa terdaftar dan merupakan alumni STT Philadelphia, bahkan STT Sunsugos juga membenarkan jika Herman Jaya terdaftar sebagai peserta ujian negara di sekolah tersebut.

Bahkan keabsahan ijazah milik Herman Jaya harefa tersebut menurut Kasat Reskrim dibenarkan oleh Dirjen Bimas Kristen, dan Dirjen Bimas Kristen yang didatangi penyidik memberikan surat pengantar keabsahan ijazah milik Herman.

Setelah melakukan penyelidikan selama beberapa waktu, penyidik akhirnya melakukan gelar perkara dan mengambil kesimpulan untuk menghentikan penyelidikan terhadap laporan dugaan ijazah palsu Herman Jaya Harefa, serta akan melayangkan surat pemberitahuan kepada pelapor jika laporan yang mereka laporkan sudah dihentikan penyelidikannya.

Untuk dapat diketahui, dugaan Ijazah Palsu S1 Herman Jaya Harefa mencuat sebelum pemilu legislatif (Pileg) bulan April 2014 yang lalu. Herman Jaya Harefa yang ikut menjadi salah satu caleg dari Partai Demokrat diduga menggunakan ijazah palsu dalam pemberkasan pencalonannya. [WAN]

Related posts