BANTUAN UNTUK RAKYAT

Penerima Raskin 2014 di Kabupaten Nias 10.175 Keluarga

Seorang buruh panggul melakukan bongkar muat beras untuk rakyat miskin (Raskin) di gudang Bulog Sub Divre V Kediri, Jawa Timur

Ilustrasi: Seorang buruh panggul melakukan bongkar muat beras untuk rakyat miskin (Raskin) di gudang Bulog Sub Divre V Kediri, Jawa Timur. | Foto: Google

ONONAMŐLŐ, NBC — Kuota penerima beras untuk rakyat miskin (raskin) di Kabupaten Nias pada 2014 semakin berkurang atau 10.175 keluarga dibanding data pada 2012/2013 sebanyak 10.263 keluarga. Sudah diusulkan kepada TNP2K agar meninjau ulang penerima raskin di Kabupaten Nias.

Hal itu dikatakan Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Kabupaten Nias Blasius Dawőlő kepada NBC, Rabu (23/7/2014), di kantornya. “Data penerima beras raskin pada 2011 sebanyak 21.155 keluarga, tetapi pada 2012/2013 berkurang menjadi 10.263. Dan pada 2014 ini, kuota penerima raskin di Kabupaten Nias hanya 10.175 keluarga,” ujarnya.

Blasius menjelaskan, hasil pendataan Program Perlindungan Sosial tahun 2011 (PPLS) dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Nias terdapat 22.720 keluarga atau rumah tangga miskin yang ada di Kabupaten Nias. Namun, data tersebut tidak sejalan dengan kuota penerima raskin, yang seharusnya jumlah RTM itu wajib menerima raskin.

“Pemerintah Kabupaten Nias sudah menyampaikan usul kepada Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) di Jakarta supaya rumah tangga miskin (RTM) yang tidak termasuk sebagai penerima raskin ada sekitar 12.545 keluarga dapat ditinjau ulang,” ungkapnya.

Seharusnya, kata Blasius, rumah tangga miskin yang terdata dari PPLS oleh BPS Kabupaten Nias termasuk penerima raskin. Untuk itu diimbau kepada masyarakat RTM agar bersabar dan kiranya TNP2K memperhatikan kebutuhan rumah tangga kurang mampu. [TEM]

Related posts