PELAYANAN KESEHATAN

Cuci Darah di RSU Gunungsitoli Gratis bagi Peserta BPJS

Salah seorang pasien peserta BPJS Kesehatan yang berobat di Rumah Sakit Umum Gunungsitoli. | Foto: NBC/Nitema Mendröfa

Salah seorang pasien peserta BPJS Kesehatan sedang menjalani cuci darah (hemodialisa) di Rumah Sakit Umum Gunungsitoli, Selasa (15/7/2014). | Foto: NBC/Nitema Mendröfa

GUNUNGSITOLI, NBC — Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Firman Y Larosa membantah keterangan Wakil Direktur RSU Gunungsitoli Ismed Amazihönö terkait biaya pasien terdaftar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang menderita gagal ginjal cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp 900.000. Semua peserta BPJS Kesehatan berobat secara gratis di RSU Gunungsitoli, termasuk cuci darah.

Firman menjelaskan, BPJS Kesehatan merupakan program pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat dengan menggratiskan pelayanan kesehatan. Karena selama ini banyak pasien yang enggan berobat karena tidak sanggup membayar biaya di rumah sakit.

“Bagi pasien yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dan telah melunasi iuran bulanan, tidak dipungut biaya jika berobat di Rumah Sakit Umum Gunungsitoli. Karena pembiayaannya ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” ujar Firman kepada NBC, Jumat (18/7/2014), melalui telepon selulernya.

Menurut Firman, keterangan yang disampaikan wakil Direktur RSU Gunungsitoli Ismed Amazihönö kepada NBC, Selasa (15/7/2014), belum dijelaskan bahwa biaya untuk cuci darah sebesar Rp 900.000 itu bukan dari pasien, melainkan bersumber dari BPJS Kesehatan.

Sebagaimana diberitakan NBC sebelumnya bahwa bagi pasien terdaftar BPJS yang menderita gagal ginjal cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp 900.000 untuk melakukan cuci darah (hemodialisa) di RSU Gunungsitoli. Jumlah tersebut sudah termasuk biaya obat.

Hal itu disampaikan Wakil Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Gunungsitoli Ismed Amazihönö kepada NBC, Selasa, di kantornya.

“Pasien yang menjalani cuci darah hanya membayar sebesar Rp 900.000 setiap cuci darah dan itu sudah termasuk biaya obat yang dibutuhkan. Namun, pasien harus mendaftar dulu ke BPJS Kesehatan yang ada di RSU Gunungsitoli,” ujarnya. [TEM]

Related posts