PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN

Bersiap Jadi Pemimpin sejak Dini

Para anak muda Nias, calon pemimpin masa depan, sedang mendapatkan pembekalan dari Eloy Zalukhu, Minggu (13/7/2014). | Foto: LC Nias

Para anak muda Nias, calon pemimpin masa depan, sedang mendapatkan pembekalan dari Eloy Zalukhu, Minggu (13/7/2014). | Foto: LC Nias

JAKARTA, NBC – Memiliki keterampilan sebagai pemimpin tidak datang begitu saja. Untuk menjadi pemimpin masa depan, anak-anak Nias harus bersiap sejak dini dengan melibatkan diri dari dalam berbagai organisasi mulai dari sekarang. Selain itu, bekerja sama dengan orang lain juga menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam memimpin.

Hal itu disampaikan oleh Eloy Zalukhu, Theocentric Motivator, pada seminar Pengembangan Kepemimpinan, Kewirausahaan dan Kerohanian bagi para pelajar dan mahasiswa/i asal Nias di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang (Jabodetabek), yang diselenggarakan oleh LEAD Center Chapter Nias (LC-Nias) di di Gereja Kalam Kudus, Agung Podomoro Land Lantai 12, Central Park, Jakarta Barat, Minggu (13/7/2014)

“Ikut terlibat dalam kegiatan seperti LEAD Center ini atau OSIS, Senat atau persekutuan gereja. Jadi, terlibat sambil belajar. Dengan itu, akan lahir generasi yang bijak dalam berpikir, berani dalam bertindak sebagaimana motto LEAD Center Indonesia,” kata Eloy.

Seminar yang dilaksanakan secara reguler ini sudah memasuki pelaksanaan kali keenam. Materi yang disampaikan yakni Interpersonal Mastery dengan topik khusus “The Power of Teamwork”. Materi tersebut disampaikan oleh penggagas LC-Nias Eloy Zalukhu. Interpesonal Mastery adalah salah satu dari tiga kunci penting pada apa yang disebut Eloy sebagai Success Triangle.

Dua lainnya adalah Personal Mastery dan Spiritual Mastery. Menurut Eloy, pengenalan dan kemampuan mengelola diri sendiri tidak cukup untuk modal menjadi sukses atau menjadi pemimpin.

“Orang berhasil dalam hidup adalah orang yang terampil membina hubungan dengan orang lain. Anda bisa saja seorang genius. IP Anda di kuliah bisa mencapai 4,0. Itu bisa menjadi tiket bagi Anda untuk bekerja di perusahaan terbaik di dunia. Tapi, apakah Anda akan naik tingkat bahkan hingga level direktur, itu ditentukan oleh keterampilan Anda berhubungan dan bekerja sama dengan orang lain,” ujar Eloy dalam seminar yang digelar di Gereja Kalam Kudus, Agung Podomoro Land Lantai 12, Central Park, Jakarta Barat, Minggu (13/7/2014).

Eloy mengatakan, semua pekerjaan besar yang dilakukan, baik di tingkat desa bahkan satu bangsa, sebenarnya merupakan pekerjaan banyak orang. Tidak mungkin ada hasil yang baik yang dikerjakan seorang diri.

Dia memaparkan, bekerja bersama orang lain itu adalah bekerja bersama dalam sebuah tim. Untuk bisa bekerja dalam tim, dibutuhkan orang-orang yang terampil, yaitu keterampilan untuk memulai dan membangun hubungan dengan orang lain.

Itu dimulai dengan apa yang disebut dengan likability factor, yaitu, hal-hal yang membuat seseorang disukai oleh orang lain. Dia mengatakan, ada 10 cara yang relevan untuk itu. Namun, dua di antaranya adalah senyum dan memberikan kata-kata positif kepada atau mengenai orang lain.

“Mulai dengan senyum dan memberikan kata-kata positif kepada orang lain. Itu akan membuka jalan untuk Anda disukai oleh orang lain dalam tim. Banyak orang di dunia ini butuh kata-kata positif. Banyak yang stres di luar sana. Mereka haus akan kata-kata positif. Berikanlah kata-kata positif itu, dan kamu akan disukai,” kata dia.

Aspek lainnya adalah bagaimana menyadari adanya perbedaan tipe kepribadian tiap anggota tim dan bagaimana bisa tetap berkomunikasi dengan baik. Menurut dia, penting sekali untuk memahami tipe-tipe kepribadian sehingga bisa lebih tepat ketika berkomunikasi dengan anggota tim.

“Sering kali masalah terjadi karena perbedaan tipe kepribadian. Di dalam tim, keempat tipe kepribadian (sanguine, kholerik, melankolik dan flegmatik) itu biasanya ada. Hal yang harus dilakukan adalah melakukan penyesuaian diri,” papar dia.

Acara tersebut dihadiri lebih dari 70 peserta. Terdiri dari peserta bukan asal Nias dan peserta asal Nias. Peserta umum tersebut mengikuti acara selama dua jam, dari pukul 15.00-17.00. Selanjutnya, pada pukul 17.00-18.00 merupakan sesi khusus untuk peserta asal Nias saja.

Pada sesi khusus tersebut, peserta seminar mengadakan renungan singkat dan mendengarkan paparan singkat mengenai perkembangan terkini Kepulauan Nias yang disampaikan oleh Etis Nehe, anggota redaksi situs www.niasonline.net. Selanjutnya, seminar berikutnya akan dilaksanakan pada Minggu, 10 Agustus 2014 di tempat yang sama. [LCN]

Related posts