Saat Sidak, DPRD Temukan Garam Palsu

Anggota DPRD dan Kadis Deperindag memeriksa garam di gudang UD Y | Foto: NBC/Irwanto Hulu

Anggota DPRD dan Kadis Deperindag memeriksa garam di gudang UD Y | Foto: NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC Saat melakukan inspeksi mendadak di sejumlah pasar dan gudang pendistribusian bahan kebutuhan pokok, DPRD Kota Gunungsitoli bersama Departeman Perindustrian-Perdagangan-Koperasi-UMKM menemukan garam yang diduga nonyodium, tetapi dikemas dalam plastik bertuliskan garam beryodium, Rabu (4/6/2014).

Penemuan garam beryodium palsu berdasarkan itu infomasi masyarakat yang masuk ke DPRD Kota Gunungsitoli sehingga DPRD bersama Deperindagkop dan UMKM melakukan sidak ke gudang pendistribusian garam di Desa Ombölata Ulu, Kota Gunungsitoli, milik pengusaha AS.

Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Hadirat ST Gea kepada NBC mengatakan bahwa pihaknya sudah lama mendapat informasi dari masyarakat soal banyaknya garam nonyodium dijual di Pasar Gunungsitoli dalam bungkusan berlogo garam beryodium.

Pengusaha membeli garam nonyodium dari luar pulau per karung, kemudian dikemas ke dalam plastik berlabel garam beryodium seperti yang dilakukan pengusaha garam AS atau pemilik UD Y.

“Informasi pemalsuan garam ini sudah banyak beredar, bahkan informasinya sudah masuk ke DPRD. Sudah kami saksikan tadi di lapangan apa yang dilakukan pengusaha AS atau UD Y. Maka ketika isi dan kemasannya berbeda, ini adalah pemalsuan dan sangat berbahaya bagi kesehatan serta dunia usaha itu sendiri,” ujarnya.

Dia meminta kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk menertibkan hal tersebut, serta berharap bagaimana polisi bisa mengungkap kasus pemalsuan garam di Kota Gunungsitoli dan memasukkannya ke dalam kasus pidana.

“Kami meminta Pemkot Gunungsitoli menertibkan ini dan terlebih kepada polisi bagaimana polisi mengungkap ini dan memasukkannya ke dalam kasus pidana. Kita tunggu, mungkin dalam waktu dekat akan melaporkan ini,” harap Hadirat.

Kadis Deperindagkop dan UMKM Anna Dewi Sitorus, yang ditemui saat penemuan garam tersebut, mengatakan akan melakukan pemeriksaan dahulu terhadap sampel garam yang telah diambil dari gudang milik UD Y, setelah itu baru bisa memastikan jika ada pemalsuan garam dengan menjual garam nonyodium.

Pemilik UD, AS, yang ditemui NBC ketika sidak membantah jika garam yang dia jual adalah garam nonyodium. “Saya beli dari pengusaha garam dari Sibolga dalam karung, kemudian dikemas dalam plastik untuk dapat dipasarkan kembali,” ujarnya.

Menurut AS, garam yang masuk di Kota Gunungsitoli bukan hanya dari tokonya, sebab saat ini garam sudah masuk dari mana saja tanpa ada pembatasan atau distributor resmi. [WAN]

Related posts