KINERJA APARATUR PEMERINTAHAN

Kadis Hindari Wartawan, Staf Sodorkan Amplop

L

Fo'era-era Zega | Foto: NBC/Onlyhu Ndraha

Fo’era-era Zega | Foto: NBC/Onlyhu Ndraha

OTU, NBC — Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Nias Utara Fo’era-era Zega memilih menghindar untuk diwawancarai wartawan. Ia malah meminta anggota stafnya memberikan amplop yang berisi uang jika didatangi wartawan.

Seperti yang dialami NBC, Rabu (11/6/2014), saat hendak meminta konfirmasi mengenai target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Nias Utara untuk tahun 2014 dan serta hambatan tidak tercapainya PAD tahun 2013, Fo’era-era Zega berlalu dan meminta anggota stafnya yang melayani wartawan.

“Saya sibuk, jumpai saja staf saya. Ke sini, jumpai wartawan ini. Saya pergi,” kata Fo’era-era kepada NBC seusai acara peluncuran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjadi pajak daerah Kabupaten Nias Utara, Rabu.

Tidak lama kemudian, salah seorang anggota staf Dinas Pendapatn Kabupaten Nias Utara menghampiri NBC dan menyerahkan sejumlah amplop yang berisi uang.

“Ini titipan bapak, harap maklum. Bapak sibuk,” kata anggota staf itu sambil mengulurkan sehelai amplop.

Setelah NBC menjelaskan kepada staf tersebut bahwa yang dibutuhkan bukan amplop, melainkan keinginan wawancara kepada Kadis tentang target PAD tahun 2014 Kabupaten Nias Utara. Anggota staf itu bingung saat NBC tidak bersedia menerima amplop itu dan berkata, “Waduh, saya kurang tahu kalau soal PAD, ini sudah biasa di sini. Kemudian staf itu menjauh.”

Dari sejumlah informasi yang dihimpun NBC dari wartawan lain yang bertugas di Nias Utara bahwa adik kandung Bupati Nias Utara tersebut sangat tertutup kepada wartawan dan jika hendak dijumpai selalu saja menyertakan amplop melalui staf.

Seperti diberitakan NBC sebelumnya diketahui bahwa target pencapaian PAD di Nias Utara hanya 12,8 persen, seperti yang diungkapkan oleh pihak DPRD Nias Utara. “Dari laporan yang kami terima, dapat disimpulkan bahwa capaian PAD tahun 2013 hanya sebesar 12,8 persen dari target Rp 12,5 miliar. Artinya, yang didapat hanya sebesar Rp 1,6 miliar,” kata Asa’aro Lase, anggota Fraksi Golkar, saat membacakan pandangan fraksinya.

Dijelaskan Asa’aro, hal ini terjadi karena Pemerintah Kabupaten Nias Utara masih bergantung pada dana berimbangan dari pusat. Tidak mengelola maksimal sumber PAD yang ada. Fakta ini kiranya menjadi pelajaran dalam membuat asumsi target capaian PAD pada tahun mendatang.

Dari hasil penilaian kami, kata Asa’aro bahwa instansi yang menangani tentang PAD tidak maksimal bekerja. Padahal, DPRD Nias Utara telah mengesahkan Peraturan Daerah tentang Retribusi dan Pajak Daerah. Namun, belum menjadi penghasilan yang memadai.

Sayang sekali, pemerintah daerah, dalam hal ini Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Nias Utara Fo’era-era Zega, tidak ingin menguraikan kepada NBC terkait pencapaian PAD yang tidak mencapai target itu.  [NDH]

Related posts