Guru Harus Kreatif dan Kompetitif

GUNUNGSITOLI, NBC — Penilaian guru berprestasi tidak semata-mata berdasarkan pada akademik. Kreatifitas guru juga menjadi nilai  penentu. Kreatifitas inilah yang menjadi kendala para guru di kepulauan Nias khususnya kota Gunungsitoli dalam mencapai prestasi tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli Sadieli Telaumbanua kepada NBC mengemukakan secara akademis para guru di kota Gunungsitoli tidak kalah dengan guru di daerah maju lainnya di Sumatera Utara. Perbedaannya terletak pada portofolio yang sangat minim.

Ia menjelaskan, salah satu persyaratan guru berprestasi adalah telah mengabdi minimal 8 tahun. Ini berarti dalam kurun waktu tersebut guru harus membekali diri dengan berbagai pelatihan. Sayangnya hal ini tidak dapat dilakukan oleh para guru di kota Gunungsitoli karena keterbatasan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang biasanya dilakukan oleh Perguruan Tinggi Negeri.

“Di sini kan tidak ada Perguruan Tinggi seperti Universitas Negeri Medan yang menyelenggarakan diklat bagi guru, di situ kelemahan kita. Sementara untuk mengikuti diklat di Medan saja tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit, jadi guru di daerah ini terbatas dalam mengikuti diklat,” ujar Sadieli di kantor Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Desa Fodo kecamatan Gunungsitoli Selatan, Senin (2/6/2014).

Selain itu, lanjutnya, guru di Kota Gunungsitoli juga tidak pernah menulis dalam jurnal nasional. Hal ini juga menjadi penilaian penting terkait kreatifitas guru dalam mengajar. Tidak hanya tentang kemampuan menulis, tetapi media yang bisa menerbitkan tulisan para guru juga tidak ada.

Dari tahun ke tahun Sadieli mengungkapkan, pihaknya terus memotivasi para guru agar lebih kreatif lagi. Sarana yang digunakan adalah melibatkan para guru dalam ajang lomba nasional seperti Guru Berprestasi.

“Kita tidak menargetkan juara yang penting adalah pengalaman yang diperoleh dari lomba itu. Ketika guru-guru dari Gunungsitoli bertemu dengan guru-guru dari daerah lainnya tentu mereka akan saling bertukar pengalaman,” ujarnya.

Untuk diketahui, penilaian Guru Berprestasi 2014 saat ini masih berlangsung di Medan hingga Sabtu mendatang. Kota Gunungsitoli sendiri mengutus 3 guru berprestasi tingkat TK, SD dan SMA.

Guru Harus Kompetitif

Senada dengan Sadieli Telaumbanua, Kepala Seksi Pengawasan dan Pembinaan Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli Elifati Waruwu mengimbau para guru di kota Gunungsitoli untuk menumbuhkan sikap kompetitif lewat berbagai lomba yang dilaksanakan antar guru. Dengan sikap kompetitif maka guru akan berusaha menjadi lebih baik dan terus meningkatkan kualitasnya.

Hal tersebut ia kemukakan terkait antusias para guru untuk mengikuti lomba tingkat Nasional seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) Guru dan Guru Berprestasi. Ia menilai, sikap kompetitif para guru di Kota Gunungsitoli masih rendah.

Sehubungan dengan hal tersebut, ia mengimbau agar para guru kembali memanfaatkan peluang kompetisi melalui lomba menulis Best Practice yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan. Inti dari lomba ini adalah menyampaikan kisah atau pengalaman terbaik dalam mengajar serta pengalaman terbaik para pengawas. Lomba ini dibuka hingga 29 Agustus 2014.

“Bagi yang berminat bisa menghubungi Dinas Pendidikan kota Gunungsitoli untuk mengetahui ketentuan lomba. Saya berharap agar para guru dan pengawas dapat mengikuti lomba ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak para Kepala Sekolah dan Pengawas untuk mendaftar beasiswa Pascasarjana. Mengenai persyaratan, dapat langsung mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli. [ANO]

 

Related posts