WISATA ALAM

Potensi Air Terjun Humogo Menunggu Sentuhan

Salah satu air terjun di Sungai Homogo. | Foto: NBC/Anoverlis Hulu

Salah satu air terjun di Sungai Homogo. | Foto: NBC/Anoverlis Hulu

NBC  Apabila ingin menghabiskan waktu senggang dengan menikmati pemandangan alam dan ingin menikmai jernihnya serta ademnya air terjun, lokasi wisata Air Terjun Humogo adalah alternatif yang bisa jadi pilihan Anda. Lokasi yang satu ini dijamin akan membuat Anda terpukau karena menyimpan keunikan tersendiri.

Lokasinya memang sulit ditemui apalagi bagi yang baru pertama kali berkunjung. Sebab, air terjun Humogo tersembunyi di balik lembah berjarak sekitar 6 kilometer dari pusat kecamatan Gunungsitoli Idanoi atau sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Gunungsitoli.

Lokasi air terjun berada di Desa Fadoro Idanoi. Jalan yang dilalui berliku dengan tikungan tajam dan tanjakan sebagai ciri khas daerah pegunungan. Namun, jangan khawatir karena meski jalannya sempit, tetapi sudah beraspal sehingga bisa dilewati kendaraan roda dua dan empat.

Sayangnya, tanda khusus untuk tiba di lokasi ini juga belum ada. Oleh karena itu, Anda perlu rajin bertanya. Selain itu, jangan terkecoh dengan banyaknya simpang yang ditemui di sepanjang jalan. Untuk menuju ke lokasi ini Anda cukup menempuh jalan yang lurus saja.

Pesona alam dari tempat air terjun Humogo. | Foto: NBC/Anoverlis Hulu

Pesona alam dari tempat air terjun Humogo. | Foto: NBC/Anoverlis Hulu

NBC bersama salah seorang warga setempat, Iman Mendrõfa, tiba di lokasi air terjun. Dari atas saja gemuruh suara air sudah kedengaran. Iman menuturkan, suara air itulah yang menjadi muasal nama Humogo. Untuk mencapai lokasi ini ditempuh melalui jalan yang sempit berupa susunan batu yang cukup untuk satu pijakan saja. Selain itu, medan yang terjal dan menurun juga harus membuat pengunjung berhati-hati. Oleh karena itu, persiapkan fisik dan mental dengan baik. Namun, semua itu akan terbayar manakala keunikan air terjun Humogo Anda saksikan.

Unik

Baru berjalan beberapa meter, keunikan lokasi air terjun ini mulai terungkap satu persatu. Pertama, Anda dapat menyaksikan pemandangan alam yang terbentang luas. Pemandangan ini hanya bisa dilihat dari puncak air terjun sebab semakin ke bawah, lokasi semakin ditutupi pepohonan.

Goa kecil di hulu Sungai Humogo. | Foto: NBC/Anoverlis Hulu

Goa kecil di hulu Sungai Humogo. | Foto: NBC/Anoverlis Hulu

Kedua, rute perjalanan yang dilakukan tidak biasa. Umumnya menyaksikan air terjun dilakukan dari bawah. Akan tetapi, menyaksikan air terjun Humogo dilakukan dari atas. Itu berarti bahwa yang pertama kali disaksikan adalah puncaknya dan bukan air curahannya. Puncak air terjun Humogo adalah sebuah terowongan (goa kecil) yang, menurut Iman, menghubungkan antara Desa Fadoro Idanoi dan Desa Foa. Dari goa kecil inilah sumber air terjun mengalir turun ke bawah. Di dalam goa itu konon terdapat sebuah patung besar. Namun, kebenaran kabar itu masih disangsikan.

Ketiga, karena air yang berasal itu terlindungi oleh goa, air tersebut dapat dikonsumsi langsung. “Biasanya air yang keluar dari terowongan ini diminum oleh masyarakat karena sumber airnya tertutup oleh batu dan belum tercemar. Akan tetapi, yang bisa diminum hanya yang baru keluar dari terowongan (goa). Kalau sudah sampai di bawah tidak bisa lagi karena sudah tidak terlindungi lagi dan biasa digunakan untuk mencuci oleh warga,” tutur Iman.

Seorang pengunjung menikmati aliran air terjun kecil di Humogo. | Foto: NBC/Anoverlis Hulu

Seorang pengunjung menikmati aliran air terjun kecil di Humogo. | Foto: NBC/Anoverlis Hulu

Keempat, belasan anak air terjun akan Anda jumpai sepanjang perjalanan. Sekali lagi, air terjun Humogo berbeda dengan air terjun lainnya. Biasanya air terjun terdiri dari satu curahan air besar setinggi beberapa meter. Namun, Humogo tidak punya itu. Air terjun Humogo setelah dari puncak air terjun itu membelah dua, ke kiri dan ke kanan. Dan setiap bagian terdiri dari belasan air terjun kecil.

Di sini pengunjung dapat mandi karena setiap anak air terjun memiliki lubuk yang dangkal dengan curahan air yang tidak deras. Selain itu, anak-anak air terjun ini menjadi tempat yang bagus untuk sekadar beristirahat melepas lelah menikmati kesegaran udara dan air yang dingin. Batu-batu yang berukuran besar dan dialiri air menjadi obyek khas yang menarik. Batunya yang sedikit kasar menjadikan pengunjung tidak perlu khawatir terpeleset saat berdiri atau tiduran.

Setelah menjumpai anak-anak terjun ini, air terjun Humogo akan kembali bersatu di sebuah curahan yang tingginya sekitar 5 meter. Untuk menuju bagian air terjun paling dasar ini diperlukan perjuangan menuruni lembah yang terjal. Oleh karena itu, sebaiknya Anda cukup menyaksikannya saja dari atas. Namun, pengunjung tidak diperbolehkan mandi karena lubuk air terjun yang terakhir ini dalam. Air terjun ini akan mengalir menuju Sungai Idanoi di desa tersebut.

Lubuk di Sungai Mohogo. | Foto: NBC/Anoverlis Hulu

Lubuk di Sungai Mohogo. | Foto: NBC/Anoverlis Hulu

Lokasi ini perlu dikelola sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan sebagai tempat pemandian yang aman dan terjaga kebersihannya.

“Dulu air terjun ini sempat dicanangkan menjadi sumber pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Namun, entah mengapa, sampai sekarang rencana itu tidak terwujud,” ujar Iman. Kini air terjun tersebut hanya dikunjungi oleh beberapa orang saja. Di antaranya para pelajar di sekitar kota Gunungsitoli dan turis mancanegara.

Meningkatkan Kehidupan Masyarakat

Dari cerita Iman, Desa Fadoro Idanoi menyimpan beberapa potensi yang layak untuk dikembangkan. Sayangnya, perhatian terhadap pengembangan potensi itu belum diberikan sehingga kehidupan masyarakat di desa tersebut masih tertinggal.

Mata pencarian penduduk sebagian besar bergantung pada karet dan batu. Mata pencarian lainnya, seperti perajin batako dan tuak suling. Ternyata, di desa ini juga termasuk gudang burung murai dan walet. Sayangnya, menurut Iman, akibat perburuan walet dan murai, kedua jenis burung itu kini sudah mulai sulit ditemukan.

Tahun 2015, air terjun Humogo ini menjadi salah satu agenda pembangunan daerah Kota Gunungsitoli di bidang pariwisata. Dengan demikian, harapan ini akan membawa angin segar bagi masyarakat desa setempat. Jika itu memang benar dilaksanakan, apalagi dengan dicanangkannya Nias sebagai tujuan wisata nasional, pengembangan air terjun yang unik ini pasti membawa dampak positif bagi masyarakatnya.

Misalnya saja pengolahan air minum dari sumber air terjun yang bisa dijadikan sebagai usaha. Apabila pemerintah serius membangun objwk wisata ini, maka lokasi tersebut dapat dijadikan pemandian keluarga karena terdiri dari beberapa anak air terjun. Begitu pula dengan pemandangan alam yang disajikan bisa menjadi tempat berfoto yang menarik. Ditambah dengan lokasi yang cukup menantang, kawasan air terjun ini sangat menarik untuk dijadikan sebagai kawasan outbound. [ANOVERLIS HULU]

Related posts