Pelajar Gunungsitoli Raih Juara Umum FLS2N 2014

GUNUNGSITOLI, NBC — Setelah berkompetisi dengan pelajar di 32 kabupaten/kota se-Provinsi Sumatera Utara pada Festival Lomba Seni Siswa (FLS2N) SMA pada 14-17 Mei 2014, pelajar Kota Gunungsitoli akhirnya menyabet juara umum. Prestasi ini diraih atas keberhasilan kontingen Gunungsitoli memperoleh juara 1 di 4 kategori lomba, yakni baca puisi, vokal solo putri, desain poster dan kriya.

Kabid Kurikulum dan Pengendalian Mutu Pendidikan (KPMP) Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli Siti Karya Halawa menyampaikan hal ini saat bertemu dengan seluruh peserta dan guru pembimbing yang hadir di ruang KPMP, Selasa (20/05/14).

“Ini prestasi yang luar biasa selain juara yang didapat melebihi target, Gunungsitoli mampu mengungguli kota Medan yang jauh lebih maju,” kata Siti Karya. Selain  itu, kontingen Gunungsitoli juga mendapat juara 3 untuk kategori cipta puisi dan film pendek.

Para pemenang pertama tersebut akan menjadi perwakilan Provinsi Sumatera Utara ke FLS2N tingkat Nasional yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Juni 2014. Untuk itu, Siti meminta agar guru pembimbing menyampaikan laporan tertulis mengenai pengalaman tahun sebelumnya sebagai acuan dalam membimbing peserta agar bisa meraih prestasi lagi di tingkat Nasional.

Berikut nama-nama siswa yang menjadi utusan Provinsi Sumatera Utara pada FLS2N Nasional: Bernike Ribka S.F Zega dari SMA Negeri 1 Gunungsitoli untuk kategori baca puisi, Ardiani Puspa Indah Bu’ulölö dari SMA Swasta Pembda 1 Gunungsitoli utk kategori vokal solo, Stefani Miranda Duha dari SMA Negeri 1 Gunungsitoli untuk kategori kriya dan arta profidensial dari SMA Negeri 3 Gunungsitoli untuk kategori desain poster. Menurut rencana, keempat peserta ini akan menjalani masa karantina bersama peserta lainnya se-Sumatera Utara pada Awal Juni 2014.

Kecewa Terhadap Panitia

Salah seorang guru pembimbing kontingen FLS2N Gunungsitoli,  Marselina Ndruru menyampaikan, keluhannya tentang penyelenggaraan FLS2N Provinsi Sumatera Utara di Berastagi lalu. Keluhan itu di antaranya penunjukan dewan juri yang menurut dia tidak profesional. Marselina Ndruru yang sudah beberapa kali mengikuti ajang serupa mengaku kecewa dengan panitia tahun ini.

“Tahun lalu juri khusus untuk vokal grup sangat profesional beda dengan tahun ini. Oleh karena itu saya menyampaikan masukan ke panitia agar dewan juri yang dipilih jangan yang baru berpengalaman di bawah 5 tahun, dan tidak berasal dari daerah pelaksanaan lomba sehingga penilaiannya benar-benar objektif,” ujarnya.

Selain itu, ia kecewa terhadap teknis pelaksanaan lomba vokal grup yang tertutup. Menurut dia, seharusnya lomba dilaksanakan terbuka untuk umum seperti tahun-tahun sebelumnya. Akibatnya, siswa bimbingannya di SMP Swasta Pembda 2 Gunungsitoli tidak tampil maksimal.

“Seharusnya panitia sudah memberitahukan sebelumnya tentang teknis pelaksanaan lomba dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyesuaikan diri dengan ruangan dan panggung yang tertutup itu, hanya bisa disaksikan oleh juri, 3 panitia dan 1 pembimbing. Akibatnya anak-anak saya ini jadi gugup karena berada dalam ruangan besar, tertutup, sedikit pula orangnya, berbeda dengan tahun lalu yang terbuka untuk umum, ” keluh Marselina.

Keluhan tersebut mendapat tanggapan dari perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara yang merupakan panitia yang pada saat itu datang untuk urusan UN. Ia berjanji akan menyampaikan keluhan itu sebagai masukan untuk panitia.
Kontingen FLS2N SMP Kota Gunungsitoli memang untuk tahun ini belum mendapatkan prestasi yang menggembirakan. Namun, Marselina mengaku berlapang dada, dan menjadikan tahun ini sebagai langkah untuk mencapai prestasi yang lebih baik tahun depan. [ANO]