KEMANUSIAAN

Keenam Anak dari Fareso Ditampung Suster Klara Duha

Anak-anak Fareso Lase

Fareso Lase bersama anak-anaknya. | Foto: James Wong

JAKARTA, NBC — Keenam anak Fareso Lase, yaitu Kariani Lase (14), Noniani Lase (13), Roma Victor (10), Muriani Lase (8), Roswita Lase (7), dan Lidwinama Lase (3), akan diasuh dan tinggal di panti asuhan Laverna, Gunungsitoli, yang dipimpin Suster Klara Duha.

“Saya sudah siapkan tempat anak-anak dari Bapak Fareso Lase. Mereka, menurut rencana, akan tiba hari ini. Keluarga anak-anak itu akan mengantar,” kata Suster Klara Duha kepada NBC, Sabtu (12/4/2014).

Agar tidak ada masalah, kata Klara Duha, pihak keluarga juga diharapkan membuat pernyataan yang diketahui oleh kepala desa bahwa benar keenam anak Fareso Lase itu akan tinggal dan diasuh oleh Klara Duha.

Disampaikan Klara, anak-anak Fareso akan diasuh dengan baik dan disekolahkan. Seperti diketahui, ayah keenam anak ini, Fareso Lase (51), saat ini sedang dirujuk di RS Martena, Medan, untuk menjalani operasi karena mengalami penyempitan pada saraf tulang belakang. Kedua kaki Fareso lumpuh total. Perawatan Fareso Lase terlaksana berkat bantuan dari seorang hamba Tuhan yang tergerak untuk membantu, Pdt James Wong, setelah membaca berita tentang kondisi Fareso di NBC.

Selama ini keluarga Fareso Lase tinggal di rumah kerabatnya di Lölöwönu karena setelah merantau selama 16 tahun di daratan Sumatera, warisan miliknya telah dikuasai oleh orang lain.

Terkait anak-anak Fareso Lase, James Wong mengatakan, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan Klara Duha. “Anak-anak ini masih kecil. Kita tidak setuju kalau mereka dipisahkan. Kita usahakan keenam-enamnya tetap tinggal di satu tempat. Dan, yang paling penting adalah mereka bisa bersekolah. “Mohon doa agar operasi yang dijalani ayah mereka bisa berjalan dengan baik,” kata James Wong kepada NBC, Sabtu sore.

Bantuan Dermawan

Klara Duha menyampaikan, dengan kedatangan keenam anak Fareso, di tempatnya kini terdapat 48 anak asuh. “Saya terus mendedikasikan diri untuk berbuat kepada mereka yang membutuhkan. Selain anak-anak, ada juga para pasien yang dirawat secara gratis di St Poliklinik Margaretha asuhan Klara Duha.

Di sisi lain, Klara Duha tidak menutup kesempatan kepada semua masyarakat yang ingin membantu pekerjaannya melayani para anak-anak dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan. “Kalau ada warga yang ingin juga ikut membantu anak-anak Fareso Lase dipersilakan datang saja Laverna, Gunungsitoli,” ujar Klara Duha.

Menurut Klara, rata-rata sebulan ia menghabiskan 15 karung beras, dan sekitar Rp 15 juta untuk membeli sayur, ikan, daging, susu, dan pampers anak-anak per bulan. Ia juga mengatakan bahwa banyak warga yang tergerak membantunya. “Tiba-tiba saja ada yang mengantar beras. Ada juga yang mengantar berbagai bahab kebutuhan pokok dan uang untuk meringankan biaya kebutuhan panti asuhan dan tempat perawatan yang dipimpinnya,” ujar Klara.

Rata-rata pasien yang sedang dirawatnya saat  ini adalah warga yang mengalami luka bakar. [APS]

Related posts