Mengembangkan Wisata Air Terjun Helewuti Bohoya

Air terjun Helewuti Bohoya | Foto:NBC/Ketjel Parangdjati Zagötö

NBC — Memasuki kawasan ini, sayup-sayup bunyi arus deras air mulai terdengar. Setelah berjalan hampir 300 meter menuruni bukit, pemandangan khas air terjun pun terpampang di depan mata. Dikelilingi dengan pemandangan hutan lebat yang ditumbuhi pohon dan tumbuhan khas Nias seperti Sinasa dalam ukuran yang sangat besar dan tinggi, cukup mengagumkan.

Air terjun ini dinamakan Helewuti Bohoya. Lokasinya berada di desa Maziaya kecamatan Sitõlu Õri, Kabupaten Nias Utara. Air terjun tersebut berasal dari aliran air gunung Maziaya yang mengalir melewati desa tersebut hingga ke desa tetangga. Air terjun ini baru dibuka untuk umum sejak 2013 lalu. Oleh karena itu suasana alam sekitarnya masih menunjukkan keasrian yang alami dan belum tersentuh tangan manusia. Batu sungai besar menambah keunikan dari air terjun tersebut.

Saat NBC mengunjungi air terjun ini, terlihat aliran air terjunnya tak terlalu deras dengan lebar sekitar satu meter. Menurut informasi dari penduduk setempat, hal ini dikarenakan musim kemarau. Namun, jika musim hujan tiba maka debit air bisa meningkat antara 3 sampai 5 kali lipat dari biasanya. Meski demikian, airnya tidak pernah kering meskipun kemarau panjang. Sebelum dibuka untuk umum, lokasi ini tidak menarik perhatian bahkan dari masyarakat setempat. Biasanya hanya dimanfaatkan untuk mandi atau membersihkan diri usai bekerja dari ladang atau kebun.

Air yang jatuh dari ketinggian bukit batu setinggi 5 meter ini berwarna keabu-abuan. Airnya pun dangkal dan dipenuhi dengan batu-batu sungai mulai dari ukuran besar hingga kecil. Ukuran air terjun dan sungai yang sempit menjadikan lokasi air terjun ini bukanlah tempat yang tepat untuk berenang. Sekedar berfoto atau berendam di air sejuknya bisa menjadi alternatif bagi pengunjung yang ingin melepas kejenuhan. Di sebelah atas air terjun terdapat batu-batu datar berbentuk seperti meja. Namun, NBC belum berkesempatan untuk melihatnya karena bentuk bukit yang horizontal menyulitkan bagi yang belum pengalaman untuk naik ke tempat itu.

Jalan masuk menuju wisata air terjun Helewuti Bohoya | Foto:NBC/Anoverlis Hulu

Menemukan lokasi ini tidaklah sulit karena tidak jauh dari jalan provinsi. Di situ sudah berdiri sebuah papan nama bertuliskan “Selamat Datang di Pariwisata Air Terjun Helewuti Bohoya”. Bagi yang baru pertama kali ke lokasi ini sebaiknya meminta bantuan dari penduduk setempat untuk memandu hingga ke lokasi. Selain itu anda harus mempersiapkan fisik untuk dapat menaiki dan menuruni bukit menuju lokasi air terjun tersebut.

Meningkatkan Kesejahteraan

Pembukaan Air Terjun Helewuti Bohoya sebagai salah satu objek wisata di daerah tersebut bukanlah tanpa dasar. Dari keterangan Kepala Desa Maziaya Foarota Zega, pembangunan objek wisata tersebut merupakan upaya untuk mendukung program pemerintah Kabupaten Nias Utara yang terus mendorong pengembangan pariwisata di kabupaten ini.

“Saya dengar kalau Bapak Bupati lebih suka kalau daerah pariwisata di Nias Utara ini dikembangkan. Makanya, selaku kepala pemerintahan desa saya pasang papan nama di depan jalan itu walaupun daerah wisatanya masih belum ditata,” ujar Foarota.

Menurut Foarota, langkah itu ia ambil dengan tujuan untuk memancing masyarakat sekitar dan para pengunjung agar mengetahui bahwa di desa tersebut ada objek wisata yang dapat diandalkan. Selain itu, ia berharap dengan adanya keseriusan itu, pemerintah Kabupaten Nias Utara dapat membeir perhatian lebih kepada desa ini terutama dalam pengembangan kepariwisataan.

Foarota mengatakan, pengembangan pariwisata di desa Tetehõsi Maziaya tentunya akan membawa dampak positif dalam hal meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat. Dengan dikembangkannya objek wisata ini dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk membuka usaha sampingan. Pasalnya, mata pencaharian masyarakat desa Tetehõsi Maziaya yang berjumlah 286 kepala keluarga ini sebagian besar merupakan petani.

“Kalau sudah dibuka nanti mereka bisa berjualan disana. Itulah rencana saya supaya ada kemajuan kesejahteraan masyarakat, jangan begitu-begitu saja,” kata Foarota.

Masyarakat desa tersebut, ujar dia, ternyata sadar betul bila pengembangan objek wisata dapat membawa dampak positif bagi kehidupan mereka. Oleh karena itulah, masyarakat setempat bergotong-royong untuk membuka jalan menuju ke lokasi air terjun.

“Waktu saya ajak mereka gotong royong, mereka sangat antusias. Bahkan mereka mendesak saya agar objek wisata ini segera dibangun. Jalan yang melewati perkebunan karet itu juga karena kerelaan masyarakat. Mereka mengatakan siap membantu pembangunan awal sebelum ada bantuan dari pemerintah,” tuturnya.

Jalan masuk menuju air terjun

Selain swadaya masyarakat, jalan menuju lokasi air terjun juga dibangun dari program padat karya yang difasilitasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Nias Utara. Menurut informasi yang ia dengar melalui Camat Sitõlu Õri, dalam APBD 2014 pembangunan objek wisata air terjun Helewuti Bohoya telah dianggarkan. “Cuma apa betul atau tidak, saya juga belum tahu,” kata Foarota.

Objek wisata gua

Selain memiliki air terjun, di desa ini juga memiliki objek wisata andalan lain yakni gua Tõgi Nawõria. Menurut kabar yang beredar, gua ini memiliki keunikan karena ditemukan barang-barang peninggalan tradisional seperti aramba, dan peralatan rumah seperti meja dan kuali. Konon terdengar pula suara-suara aneh dari dalam gua tersebut yang terdengar menakutkan. Lokasinya berada sekitar 1,5 km dari air terjun tersebut.

Belum diketahui pasti apakah ada kaitan antara keberadaan air terjun Helewuti Bohoya dan gua tersebut. Akan tetapi, dengan dua objek wisata ini, Desa Tetehõsi Maziaya berpeluang besar untuk menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Nias Utara. [ANOVERLIS HULU]

Related posts