TENAGA KESEHATAN

Penambahan Bidan PTT di Gunungsitoli Selatan Menunggu Formasi CPNS

Kantor Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli. | Foto: Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Kekurangan tenaga bidan di Kecamatan Gunungsitoli Selatan akan direkrut lewat formasi penerimaan CPNS. Namun, untuk tahun ini alokasi penerimaan bidan dengan status pegawai tidak tetap (PTT) oleh pemerintah pusat, Kota Gunungsitoli tidak termasuk.

Di Kepulauan Nias, hanya Nias Selatan dan Nias yang mendapat jatah untuk bidan PTT. Prose perekrutannya pun kini sedang berlangsung.

Terkait kekurangan bidan di Puskesmas Gunungsitoli Selatan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli  Yuniman membantah jika di Puskesmas Gunungsitoli Selatan kekurangan bidan karena, menurut dia, bidan yang ditugaskan di Puskesmas Gunungsitoli Selatan ada 12 orang.

“Kami hanya kekurangan bidan PTT karena saat ini bidan PTT di Kota Gunungsitoli tinggal 10 orang dan telah ditugaskan disejumlah daerah/desa yang ada di Kota Gunungsitoli. Untuk mengatasi kekurangan bidan PTT, kami tidak memiliki solusi, karena bidan PTT tidak dibenarkan lagi ada penambahan di daerah yang berstatus kota,” ujarnya saat ditemui, Rabu (21/8/2013).

Menurut Yuniman, untuk penambahan bidan PTT, pihaknya pernah mengajukan langsung dengan mendatangi Kemenkes RI, tetapi tidak dikabulkan. Sehingga dalam memenuhi kekurangan bidan di Kota Gunungsitoli, Yuniman menyatakan tinggal menunggu penerimaan formasi CPNS karena jika mengusulkan penerimaan bidan kontrak, Dinas Kesehatan tidak memiliki dana untuk membayar gaji.

Cara lain yang akan ditempuh ke depan agar pelayanan di desa dapat dilaksanakan dengan baik, kata Yuniman, Pemerintah Kota Gunungsitoli akan melakukan program pemerataan tenaga medis di semua pustu dan poskesdes.

Yuniman juga membenarkan jika saat ini Kota Gunungsitoli kekurangan dokter dan dia sudah mengusulkan dokter PTT ke Kementerian Kesehatan, tetapi hingga saat ini tidak ada jawaban.

“Dokter yang bertugas di Kota Gunungsitoli hanya ada tujuh orang, 2 dokter (dokter bedah dan dokter saraf ) sudah kita tugaskan di RSU Gunungsitoli karena puskesmas tidak memiliki peralatan dalam menunjang pekerjaan keduanya. Satu dokter sedang mengambil spesialis, dan empat lagi kita tugaskan di Puskesmas Gunungsitoli, Gunungsitoli Selatan, Gunungsitoli Idanoi (Foa), serta Gunungsitoli Utara (Olora),” ujar Yuniman.

Kekurangan Bidan

Penelusuran NBC, hingga saat ini, Puskesmas Gunungsitoli masih berharap untuk mendapat penambahan tenaga bidan desa dalam melaksanakan tugas pelayanan di semua desa yang ada di Kecamatan Gunungsitoli Selatan. Bidan desa yang ada di Gunungsitoli Selatan hanya 4 orang, sedangkan yang dilayani ada 15 desa.

Kepala Puskesmas Gunungsitoli Selatan Nurrayana Harefa kepada NBC ketika ditemui di Puskesmas Gunungsitoli Selatan, Desa Fodo, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli, Selasa (20/8/2013).

“Kendala kami saat ini dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kecamatan Gunungsitoli Selatan adalah mengenai kekurangan tenaga bidan desa. Kami berharap Dinas Kesehatan mau menambah tenaga bidan desa di Kecamatan Gunungsitoli Selatan,” ungkap Nurrayana.

Keempat bidan desa yang bertugas selama 24 jam, menurut Nurrayana, sudah ditempatkan di Desa Sihare’ö I Tabaloho, Desa Lölölakha, Desa Ombölata Simenari, dan Desa Hiligara. Adapun untuk Desa Onozitoli Tabaloho, Hiligodu, Ononamölö Tab Lot hanya ada bidan puskesmas pembantu (pustu) yang datang ke pustu jika ada program.

Sementara di Desa Mazingö Tabaloho, Lölömboli, Lölöfaösö Tabaloho, Faekhu, Tetehösi Ombölata, Sisobahili II Tanöse’ö, Fodo, dan Luaha Laraga tidak ada bidan desa yang ditempatkan karena kekurangan tenaga.

Selain kekurangan bidan, Kepala Puskesmas Gunungsitoli Selatan juga memberi tahu, Puskesmas Gunungsitoli Selatan hingga saat ini masih kekurangan tenaga dokter karena dokter umum yang ada di puskesmas rawat inap tersebut hanya ada satu. Idealnya tenaga dokter yang ditempatkan di Puskesmas Gunungsitoli Selatan, menurut dia, adalah tiga. [WAN]

Related posts