PARIWISATA

Ombak Pantai Tawöla Menggoda Dunia

Ombak Pantai Tawöla | Foto: Marlius Telaumbanua

NBC Bicara surfing atau berselancar, tak dimungkiri, Pulau Nias sudah dikenal sebagai salah satu tempat yang reguler dikunjungi oleh peselancar dunia. Umumnya, Pantai Sorake dan Lagundri di Nias Selatan menjadi incaran para perselancar. Namun, kini, selain dua tempat itu, salah satu tempat yang relatif baru dan berpotensi terus berkembang dijadikan tempat berselancar kelas dunia adalah Pantai Tawöla di Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara. Akankah sinyal ini segera ditangkap oleh Pemerintah Kabupaten Nias Utara?

Seperti dikabarkan NBC sebelumnya, juara surfing tingkat Asia asal Nias, Bonne Gea, pun pernah menjajaki ombak ini, Mei lau, dengan mengajak sejumlah kawannya peselancar dari mancanegara, antara lain dari Barcelona, Spanyol.

Untuk bisa sampai di Pantai Tawöla cukup menggunakan kendaraan bermotor roda dua atau roda empat sekitar dua jam perjalanan dari Kota Gunungsitoli. Dari  ibu kota Nias Utara, Lotu, jarak menuju Tawöla sekitar 40 kilometer. Bila berangkat dari Kota Gunungsitoli berarti total Anda menempuh perjalanan sejauh 80 kilometer.

NBC yang berkunjung Senin (14/7/2013) menyaksikan panorama pantai yang luas dengan ombak yang cukup tinggi. Begitu indah…. Tak pelak penyuka olahraga air surfing menyukainya. Pohon-pohon cemara, pohon kelapa yang berjejer, dan rerumputan hijau membuat suasana semakin sejuk diterpa semilir angin yang membawa aroma laut yang khas.

Keindahan alam yang memesona ini membuat penat dan rasa capek selama perjalanan darat sirna seketika. Hal ini diakui sendiri oleh seorang turis asal Selandia Baru, Rami Hassan (35). “Tawöla Beach is very nice and people here are friendly,” kata Hassan, yang sedang berteduh di sebuah pondok dari kayu milik Mahmud, warga Desa Afulu.

Turis asal Selandia Baru, Rami Hassan. | Foto: NBC/Marlius Telaumbanua

Menurut Hassan, ia sudah mengetahui Pantai Tawöla sejak 2000. Ia menyukai Pantai Tawöla karena agak jauh dari jalan raya. Dan yang jelas, ombaknya cukup tinggi dan nyaman untuk berselancar. Itulah alasan Hassan untuk selalu kembali datang ke Tawöla. Hassan berharap keasrian pantai ini mesti harus terus dijaga.

“Ini adalah yang ketiga belas kalinya saya mengunjungi Pantai Tawöla sejak tahun 2001 untuk berselancar,” kata Hassan. Awalnya Hassan mendengar tentang Nias, khususnya Pantai Tawöla, dari salah seorang temannya asal Jerman saat bertemu di Bali pada 2000.  Hassan langsung berkunjung pada 2001 dan selalu kembali setiap tahun untuk berburu ombak demi hobi berselancar.

 

Aset Nias Utara

Kehadiran Pantai Tawöla dalam peta selancar dunia patut disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Nias Utara. Artinya, ini aset yang bisa menarik sebanyak mungkin turis mancanegara. Dengan begitu, permasukan uang dari luar berpotensi besar yang ujung-ujungnya bisa menyejahterakan masyarakat sekitar.

Masukan dari Hassan untuk menjaga keasrian pantai perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah Nias Utara. Kebersihan pantai dari sampah-sampah harus menjadi perhatian utama. Dengan begitu, pengunjung bisa betah dan merasa nyaman untuk tinggal.

Menurut Hassan, ada beberapa hal yang bisa dilaksanakan oleh pemerintah daerah setempat memanfaatkan potensi alam selain dari ombak laut yang cukup tinggi untuk berselancar, yakni dengan menyelenggarakan kompetisi selancar (surfing competition). “Pantai yang cukup luas dapat dijadikan tempat pertandingan voli pantai,” ujarnya.

Membangun Fasilitas

Pemerintah Kabupaten Nias Utara kini tinggal memoles keasrian pantai itu dengan tetap mempertahankan kealamiahnya seperti membangun berbagai fasilitas, seperti restoran, penginapan, serta berbagai sarana yang dibutuhkan oleh para pengunjung.

Ada baiknya pemerintah daerah menganggarkan biaya pembangunan sarana itu kepada swasta dengan APBD atau DAK/DAU. Seperti diketahui, salah satu potensi di Nias Utara adalah keindahan alam. Pemerintah Kabupaten Nias Utara sudah tak perlu lagi berpikir ulang untuk berinvestasi di bidang pariwisata ini. Sebab, tempat seperti Pantai Tawöla kini sudah dikenal orang. Apakah itu tidak cukup untuk jadi modal awal?

Sebelum dibangun, ada baiknya pemerintah daerah melakukan berbagai kajian terlebih dahulu sehingga hasilnya bisa maksimal. Mengundang investor yang berpengalaman serta para ahli di bidang pariwisata, termasuk melakukan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) juga perlu dilakukan.

Sudah saatnya pembangunan tempat wisata di Pulau Nias benar-benar berorientasi jangka panjang. Selama ini pembangunan hanya sekadar menghabiskan anggaran tanpa ada perencanaan yang pada akhirnya tempat yang dibangun tidak bisa dimanfaatkan.

Pantauan NBC di Pantai Tawöla, ada tiga pondok dengan tiang semen. Menurut warga setempat, pondok itu dibangun oleh Dinas Pariwisata. Namun, kondisinya sangat memprihatinkan. Tiang penyangga pondok itu kini sudah keropos dan menampakkan kerangka besi di dalamnya.

Sekali lagi, kita harapkan kepedulian Pemerintah Kabupaten Nias Utara melirik godaan keindahan Pantai Tawöla. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? [Marlius Telaumbanua/STL]

Related posts