Akibat Sengketa Tanah, Seorang Nenek Dianiaya

GUNUNGSITOLI, NBC—  Janisa Nazara alias Ina Sama (67) warga Desa Mbanua Gea, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara harus dirawat di Rumah Sakit Umum Gunungsitoli. Nenek malang itu  menderita luka dan lebam di kedua lengannya, serta terjadi pembengkakan pada pergelangan kaki sebelah kiri. Selain itu,barang-barang berharga miliknya hilang.

Janisa yang ditemui NBC di Rumah Sakit Umum Gunungsitoli, jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Pasar, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Kamis (12/4/2012), mengaku dua telah menganiaya dirinya.

Saat itu tengah  berjalan  pulang dari pekan Tuhemberua membeli kebutuhan rumah tangga tiba-tiba 2 orang oknum anggota Polsek Tuhemberua bermarga Hasibuan dan Pasaribu, Rabu (11/4/2012) tepatnya pukul 10.00 WIB menghadangnya. Keduanya lantas menyergap dan menyeretnya. Tanpa memberitahu alasannya, dia menerima tendangan di bagian kaki dan perut.

Nenek malang itu tak sadar bahwa kedua pelaku  adalah anggota kepolisian. Hal itu baru disadarinya saat mendapatkan perawatan medis.Selain mendapatkan cidera itu, dia juga telah kehilangan uang sebesar Rp 4,3 juta, sebuah kalung seharga Rp 3,5 juta dan mainan kalung dan Hp merk Nokia seharga Rp 300 ribu serta seluruh belanjaan yang dibeli di pekan Tuhemberua.

NBC belum mendapatkan kepastian sebab kejadian itu. Namun Janisa  mengaku saat ini sedang menghadapi masalah sengketa tanah. Hal itu telah ia laporkan kepada perangkat desa,baik Camat maupun Kepala Desa.  Anak Janisa, Kayusu Gea alias Ama Iwan mengatakan rencananya untuk melaporkan kejadian itu kepada pihak yang berwenang. Pelaku sendiri, menurutnya, belum memberikan ganti rugi baik obat maupun  biaya perawatan.

Kapolsek Tuhemberua, AKP.Arifieli Zega yang dihubungi NBC melalui pesan singkat membantah bahwa Janisa Nazara telah dianiaya anggota Polsek Tuhemberua, tetapi mengatakan bahwa Janisa malah telah menampar dan menggigit anggota Polsek Tuhemberua bermarga pasaribu saat akan diajak ke Polsek untuk diserahkan ke Kejaksaan karena kasusnya sudah masuk tahap II (P21).

 

“Dia tidak dianiaya anggota, tapi sebaliknya menurut keterangan anggota yang diperintahkan membawa Ina Sama, dianya yang menampar anggota kita ketika dia diajak ke kantor untuk diserahkan ke Jaksa, karena kasusnya pengrusakan rumah sudah P21. oleh karena itu, anggota tersebut memegang tangannya, lalu dia malah menggigit tangan anggota kita Pasaribu, ”ucap Kapolsek pada pesan singkatnya kepada NBC.(WAN)

 

 

 

Related posts