Bupati Nias Selatan: GBD Dipolitisasi Oknum DPRD

Idealisman Dachi

JAKARTA, NBC — Protes para peserta penerimaan guru bantu daerah Kabupaten Nias Selatan ke DPRD, Kamis (8/3/2012), diduga telah dijadikan isu politik oleh oknum di DPRD.

Hal itu disampaikan Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi kepada NBC lewat layanan pesan singkat, Kamis malam. “Isu ini sudah dipolitisasi oleh oknum DPRD. Kalau ada bukti pelanggaran, silakan kami akan evaluasi,” demikian Idealisman Dachi singkat.

Seperti diberitakan NBC sebelumnya, beberapa kecurangan yang ditemukan pada hasil pengumuman tersebut, antara lain, jumlah peserta yang lulus untuk Kecamatan Hibala melebihi kuota dan di antara peserta yang lulus tersebut ada yang tidak ikut ujian seleksi. Sebagian peserta yang lulus seleksi juga ada yang belum memiliki ijazah yang merupakan salah satu syarat yang wajib dipenuhi saat melamar.

Selain itu, jumlah kuota untuk SMA Negeri 1 Hibala adalah 12 orang, sementara peserta yang melamar berjumlah 20 orang, dari Kecamatan Hibala sebanyak 15 orang dan dari luar daerah sebanyak 5 orang.

Pada saat hasil seleksi diumumkan, peserta yang lulus dari Kecamatan Hibala hanya 9 orang dan dari luar daerah 4 orang dan salah satu peserta dari luar daerah yang lulus testing ada yang tidak ikut ujian seleksi.

Temuan-temuan itu disampaikan oleh guru honor dari Pulau Hibala saat audiensi ke DPRD Nias Selatan, Kamis (8/3/2012). DPRD berjanji akan segera menindaklanjuti temuan dalam kasus ini.

Kepala Dinas Pendidikan Nias Selatan Magdalena Bago, kepada NBC, membantah bahwa pengumuman hasil penerimaan guru bantu daerah penuh kecurangan. [STL]