Nias Utara, Mutiara Terpendam Kepulauan Nias

Sumber: Wikipedia

NBC— Ditengah laju pembangunan, Kabupaten Nias Utara merupakan salah satu daerah di mana eksotisme keindahan alam masih dapat ditemukan. Hutan belantara—dengan aneka kekayaan hayati— yang membentang luas membelah perbukitan pertanda alam Nias Utara berlimpah akan potensi.

Belum lagi gugusan 15 pulau yang berpasir putih dan terumbu karang yang asri, serta keragaman suku bangsa—Aceh, Batak, Bugis,Padang dan Chinnes— berpadu harmonis di wilayah paling utara Kepulauan Nias ini.

Pada tanggal 26 Juli – 1 Agustus 2011, Tim NBC berkesempatan menyambangi Kabupaten Nias Utara. Berikut secarik tulisan singkat yang khusus kami sajikan kepada pembaca setia Majalah Online NiasBangkit.Com.

Pemerintahan

Kabupaten Nias Utara merupakan wilayah administratif terluas kedua setelah Kabupaten Nias Selatan, mencakup sekitar 30 persen dari total wilayah Kepulauan Nias. Secara administratif Kabupaten Nias Utara terbagi menjadi 11 kecamatan dan 113 desa/kelurahan. Sebelum menjadi daerah otonomi, Kabupaten Nias Utara merupakan bagian dari wilayah administratif  Kabupaten Nias.

Kini, setelah terbentuk pemerintahan defenitif pertama, laju pembangunan bergerak cepat. Hampir disetiap kecamatan dan desa terlihat pembangunan, seperti  infrastruktur jalan, jembatan, kantor-kantor pemerintahan, sarana prasarana publik. Semuanya sedang dibenahi.

Menjadi daerah otonomi yang baru menginjak usia 3 tahun, membuat pemerintah daerah harus bekerja extra. Pembenahan dalam organisasi pemerintahan, membuat kepala daerah (bupati) terpaksa mengadopsi pola minimal dalam jajaran pemerintahan—himbauan Menteri Dalam Negeri saat melantik Pjs Bupati Nias Utara, Tolo’aro Hulu (26 Mei 2009). Dimana, seorang pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dapat membawahi 2 satuan kerja. Saat ini terdapat 8 dinas, 6 lembaga teknis (badan/kantor), dan 6 bagian sekretariat daerah yang dipimpin oleh pejabat eselon 2 dan 3.

Bupati Nias Utara Edward Zega, kepada NBC mengatakan, bahwa keterbatasan skill dan pengalaman kerja pimpinan dinas dan kantor, merupakan salah satu persoalan mendasar pemerintah daerah saat ini. Solusinya, bupati akan melakukan evaluasi dan reorganisasi birokrasi pemerintahan di penghujung tahun 2011.

Dalam siaran pers Bupati Nias Utara yang diterima NBC, tema pembangunan Kabupaten Nias Utara pada tahun 2012 adalah “Membuka Keterisoliran, Peningkatan Kualitas Infrastruktur, Ekonomi Masyarakat dan Tata Pemerintahan yang Baik, Dalam Rangka Mewujudkan Nias Utara yang Beriman, Mandiri dan Sejahtera.”

 

Perekonomian Menggeliat

Jejeran rumah makan dan pertokoan saat ini memadati jalan-jalan protokol di  Kecamatan Lotu—Ibukota Kabupaten Nias Utara— dan Kecamatan Lahewa— sentra perekonomian ketiga Kepulauan Nias, setelah Kota Gunungsitoli dan Kota Telukdalam.

SPBU di Kecamatan Lahewa.

Sejak Pemerintahan Kabupaten Nias Utara pada tahun 2009 mulai berjalan, antusiasme warga untuk membuka usaha dari tahun ke tahun terus bertambah. Relevansi aktivitas pemerintahan melalui berbagai program telah memunculkan tanggapan positif pelaku usaha dan warga.

Data yang diperoleh dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nias Utara, Produk Domestik Regional Brutto (PDRB) — indikator ekonomi makro—Kabupaten Nias Utara pada tahun 2009 mengalami peningkatan dibanding pada tahun 2008. Dimana, tahun 2009 PDRB Kabupaten Nias Utara Rp 998.844.03 juta, sedangkan tahun 2008 Rp 862.341.38 juta.

Misalnya saja warga yang tinggal di sekitar kantor-kantor pemerintahan membuka rumah makan dan  jasa pelayanan dokumen— fotokopi dan penjualan alat tulis kantor (atk). “Para pegawai dari kantor bupati selalu memadati warung pada siang hari,” kata Anton Zalukhu, karyawan sebuah rumah makan di Kecamatan Lotu. Menurut Anton, usaha rumah makan di tempat dia bekerja dapat meraup omzet hingga Rp 500.000 per hari.

Sementara David Zega, karyawan salah satu fotokopi di Kecamatan Lahewa mengatakan, dalam sehari dapat meraup omset hingga Rp 200.000 dari penjualan alat kantor dan layanan jasa dokumen. “Sekarang lagi ramai tender proyek pemerintahan, banyak yang datang untuk fotokopi dokumen,” kata dia.

Saat ini di Kabupaten Nias Utara terdapat 2 lembaga keuangan, yakni Kantor Unit Bank BRI Lahewa dan Kantor Cabang Pembantu Bank Sumut Lotu.

Pariwisata

Objek Wisata Pantai, selalu ramai dikunjungi saat hari libur.

Sektor lain yang mulai menggeliat adalah pariwisata. Misalnya, di Pantai Turögalökö Kecamatan Lahewa dan Pantai Turödawöla  Kecamatan Afulu, dan beberapa objek wisata lain yang mulai mengalami peningkatan jumlah pengunjung.

Setiap hari libur kedua pantai ini selalu  ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Dampak ekonomi, warga yang tinggal di sekitar pantai berbondong-bondong mendirikan warung yang menjual kebutuhan para pengunjung.

Hal ini tentu kabar baik bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan pendapatan warga yang tinggal di sekitar objek wisata.

Selain wisata pantai, keindahan panorama gugusan pulau besar dan kecil memiliki potensi  sebagai tujuan wisatawan, seperti Pulau Sarang Baung, Wunga, Goisa, Maufa, Mouse, Baohi, Uma, Ganeu, Gita, Mao, Lafau, Makora, Taliwa’a, Galifa dan Pulau Panjang. Diantara 15 pulau hanya 7 pulau yang dihuni oleh warga.

Untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke objek-objek wisata, pemerintah daerah melalui dinas terkait diharapkan dapat  meningkatkan sarana prasarana serta promosi. Melibatkan pihak ketiga mengelola objek wisata menjadi pilihan alternatif, ditengah minimnya SDM dan anggaran dari pemerintah—tahun 2011 alokasi dana untuk Dinas Perhubungan, Pariwisata, Komunikasi dan Informatika senilai Rp 3,535 miliar. [TIM NBC]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Related posts