Pantai Charlita, Nuansa Baru Berekreasi di Nias

Semi Waterboom – NBC/Anoverlis Hulu

NBC—Mencari objek wisata pantai di Kota Gunungsitoli tidaklah susah. Pada kolom travel sebelumnya, NBC telah memuat Pantai Nusa Lima di kecamatan Gunungsitoli Idanoi.

Barangkali ini adalah kelanjutan kolom travel sebelumnya karena masih seputar wisata pantai. Kali ini NBC akan mengajak anda untuk berjalan-jalan ke Gunungsitoli Utara.

Pantai Charlita, sebuah kawasan wisata yang selalu ramai dikunjungi masyarakat setempat, untuk melepas kepenatan atau sekedar memandang laut lepas dari bilik pondok yang berjejer menghadap samudra.

Berada di Desa Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, sekitar 14 kilometer dari pusat Kota Gunungsitoli, menjadikan objek wisata ini mudah dijangkau. Menuju lokasi, kendaraan roda dua dan empat melewati jalan setapak yang berjarak sekitar 100 meter dari jalan raya.

Tapi ingat, bila sampai di persimpangan, anda harus berbelok ke arah kanan menuju Pantai Charlita, sebab tidak jauh dari lokasi terdapat objek wisata lain.

Nama Charlita sendiri diambil dari nama anak pertama sang pemilik objek wisata ini yakni Charlita Zega atau lebih sering disingkat Carla Zega.

Objek wisata yang berdiri tahun 2006 ini awalnya adalah sebuah kawasan tepi pantai yang sepi pengunjung. Namun setelah dikelola oleh Anita Yuniar Telaumbanua (37), tepi pantai yang semula sepi berubah menjadi kawasan yang setiap hari selalu ramai dikunjungi, baik masyarakat sekitar maupun dari daerah lain.

“Awalnya saya tidak tertarik menjalankan usaha ini. Tapi karena saya orangnya tidak bisa diam, apa usaha yang bisa saya lakukan akan saya kerjakan,” tutur Anita.

Pantai Charlita yang memiliki luas 8,5 hektar itu, menawarkan berbagai fasilitas, antara lain penginapan, Karaoke TV (KTV), hall badminton, aula, pondok, live music, restaurant dan kolam renang. Tak perlu khawatir dengan waktu, karena 15 pekerja tetap dan 10 pekerja lepas yang siap melayani anda 24 jam.

Untuk penginapan, tersedia 10 kamar yang bertarif  Rp.125.000 hingga  Rp.250.000 per 24 jam. Bagi anda yang hobbi bernyanyi,  berkaraoke bersama keluarga atau teman menjadi pilihan, karena tersedia 2 KTV dengan tarif Rp.80.000 per jam dengan kapasitas 6 orang dan Rp.50.000 untuk KTV yang berkapasitas 4 orang.

“Kalau live music hanya malam hari mulai pukul 8-11 malam,” ujar pemilik Charlita yang biasa dipanggil Ina Charlita Zega.

Disini juga ada 10 pondok, berkapasitas 4 hingga 10 orang. Masing-masing pondok juga diberi nama unik berupa nama bunga seperti mawar dan teratai. Begitu pula bila ingin membuat sebuah acara yang mengharuskan mengundang teman atau keluarga hingga ratusan orang juga jangan khawatir karena ada 2 aula berkapasitas 200 dan 300 orang.

Sementara untuk menu yang ditawarkan juga beragam, mulai dari yang umum seperti nasi goreng, mie ayam dan gado-gado, atau jenis seafood seperti ikan bakar, udang saus tiram dan cumi goreng. Harganya antara Rp.10.000 sampai Rp.100.000. Minuman ringan dan jus juga tersedia untuk menemani pesanan anda.

“Charlita kebanyakan dikunjungi orang untuk makan dan berenang,” kata Ina Charlita Zega. Namun seiring dengan semakin bertambahnya fasilitas yang disediakan, menurut Ina Charlita, objek wisata yang dikelolanya juga sering dikunjungi oleh para tamu dari luar daerah Nias.

Daerah Gunungsitoli memang memiliki banyak kawasan tepi pantai yang indah namun belum dikelola dengan maksimal. Padahal bila dikelola dengan baik, tentu dapat memberikan sumbangan yang besar bagi kemajuan masyarakat disekitarnya.

“Saya rasa objek wisata pantai itu akan dicari karena masyarakat Nias memang sangat membutuhkan tempat hiburan dan rekreasi,” begitu komentar Ina Charlita.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Pantai Charlita yang dikelolanya selalu berupaya melengkapi fasilitas yang ada serta meningkatkan pelayanan kepada tamu yang datang.

“Saya ingin Charlita bisa lebih berkembang dari yang sekarang,” ujar Ina Charlita yang telah merencanakan pembangunan beberapa fasilitas tambahan selain kolam renang. Penambahan kamar, pondok dan fasilitas olahraga sedang menunggu giliran. Dan semuanya lagi-lagi bergantung pada kemampuan finansial yang harus dikorbankan dari kantong pribadi guna mewujudkan rencananya, membangun Nias melalui pariwisata.

Kolam Renang Semi Waterboom

Tidak mau ketinggalan dengan sarana hiburan di kota besar, seperti Dufan yang ada di Jakarta. Kini Pantai Charlita dilengkapi dengan fasilitas semi waterboom. Kalau selama ini masyarakat Nias hanya melihat melalui televisi, kini tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta untuk merasakan sensasi guyuran air dari sebuah tong dari atas.

“Kalau waterboom kan seluncuran dan terowongannya lebih panjang dan tinggi terus berkelok-kelok, sedangkan yang ada disini seluncuran dan terowongannya pendek,” tutur Ina Charlita tentang alasan diberi embel-embel semi waterboom.

Ide pembuatan kolam renang semi waterboom ini sendiri muncul dari sang pemilik yang ingin terus menarik kunjungan wisatawan ke tempat tersebut, setelah sempat berkeliling dibeberapa daerah wisata di Indonesia tahun 2010 lalu.

Kolam renang seluas 800 meter persegi ini mulai dikerjakan tahun 2009 dan resmi dibuka sejak akhir Desember 2010 lalu. Disini juga tersedia fasilitas tambahan seperti kamar mandi dan restaurant yang mengitari sekeliling kolam.

Jadi, bila bosan berenang para pengunjung dapat menikmati sensasi meluncur melalui seluncuran. Bisa juga bermain basket ditengah kolam renang. Bermain basket akan semakin seru bila air yang tertampung pada drum penampung air yang berada tepat diatas ring basket tumpah saat penuh. “Semua peralatan ini didatangkan dari Medan,” ujar Ina Charlita.

Tapi jangan salah, air yang digunakan di kolam renang adalah air laut. Anda harus hati-hati, karena bisa membuat mata perih. Sebaiknya anda menggunakan kacamata renang atau jangan terlalu lama berada di dalam air.

“Tapi air laut itu juga bagus sebagai terapi. Pernah saya lihat ada orangtua yang lama berendam dan ketika saya tanya, katanya dokter bilang kalau air laut itu bagus untuk terapi tulang dan asam urat,” cerita Ibu beranak tiga ini.

Karena alasan itu , satu lagi fasilitas kolam renang khusus untuk orang dewasa sudah mulai dibangun yang rencananya akan diselesaikan dalam tahun ini.

Tersedianya kolam renang dengan fasilitas permainan membuat pengunjung betah berlama-lama di sana, misalnya saja Kristian Lase (20). Ia mengaku sangat menyukai fasilitas kolam renang semi waterboom yang terbilang baru pertama di daerah ini. “I like it!” jawab mahasiswa jurusan Ekonomi stambuk 2008 ini sambil tersenyum.

Kehadiran fasilitas kolam renang dengan semi waterboom di Pantai Charlita ini cukup memberikan warna baru bagi masyarakat Gunungsitoli dan sekitarnya, untuk menghabiskan waktu berlibur dengan keluarga.

Bila anda mempunyai rencana untuk berlibur bersama keluarga atau sahabat, anda cukup membayar tiket masuk sebesar Rp.10.000 pada hari Minggu atau hari libur, sedangkan hari Senin sampai Sabtu harga tiket masuk Rp.5000. [Anoverlis Hulu]